Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Banjir di Bali

Penyebab Banjir di Karangasem, Rendam Setra hingga Kendaraan Terseret Air

Cuaca buruk seperti hujan lebat yang disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Karangasem.

Tayang: | Diperbarui:
Istimewa
TERENDAM - Ternak warga di Karangasem saat terendam banjir, Jumat (12/12/2025). 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Cuaca buruk seperti hujan lebat yang disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Karangasem.

Wilayah Kecamatan Manggis, selama ini menjadi wilayah yang paling rawan dilanda musibah banjir.

Bahkan hujan deras yang mengguyur, Kamis (11/12/2025) sore menyebabkan banjir di tiga desa di Karangasem, yani Desa Gegelang, Desa Antiga, dan Desa Antiga Kelod yang semuanya berlokasi di Kecamatan Manggis.

Baca juga: HEWAN Ternak & Kendaraan Diselamatkan dari Banjir di Manggis Karangasem,Sungai Meluap & Warga Panik

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan, kejadian banjir di wilayah Kecamatan Manggis umumnya terjadi di wilayah yang dilintasi oleh aliran Sungai Betel. 

"Wilayah di Kecamatan Manggis yang rawan banjir ini kan, lokasinya yang berada di hilir dan dilintasi aliran Sungai Betel. Jadi banjir yang terjadi ini, merupakan luapan Sungai Betel," ungkapnya, Jumat (12/12/2025).

Menurunya, aliran Sungai Betel yang memiliki panjang sekitar 10 kilometer, membentang dari perbukitan sampai ke hilirnya di pesisir wilayah Desa Antiga. 

Baca juga: BUNTUT Banjir Bandang, Aktivitas Wisata di Crystal Bay Nusa Penida Ditutup Sementara

Sementara berdasarkan hasil analisis dari intansi terkait, alur Sungai Betel telah mengalami pendangkalan.

"Sungai Betel ini kalau kemarau kondisinya kering, kalau hujan volume air meningkat drastis. Sementara terjadi pendangkalan juga, saat hujan deras air sungai ini meluap," jelasnya.

Kondisinya diperparah dengan rusaknya bronjong yang selama ini menjadi benteng pengaman sungai.

Baca juga: BANJIR Rendam Setra di Desa Gegelang Karangasem, BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem 11-18 Desember 2025!

Sementara saluran air di pemukiman warga sangat kecil, sehingga air tidak bisa mengalirkan air dengan cepat.

Kondisi ini lah yang terjadi di Dusun Tengading, Desa Antiga.

"Pihak BWS (Balai Wilayah Sungai Penida) sebenarnya sudah melakukan penanganan berupa normalisasi alur sungai dan pembuatan beronjong ratusan meter. Belum bisa secara menyeluruh karena keterbatasan anggaran di pusat," ungkap Ketut Arimbawa.

Ia pun berharap, ke depan normaliasi alur Sungai Betel dan pembangunan bronjong dapat dituntaskan sesuai kajian.

Sehingga permasalahan banjir berulang di wilayah Kecamatan Manggis bisa teratasi.

Sebelumnya diberitakan Hujan deras yang tak kunjung reda sejak Kamis (11/12) sore, membuat sejumlah kawasan di Kabupaten Karangasem dikepung banjir.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved