Berita Karangasem
PANAS Lagi Desa Bugbug, Polres Karangasem Siagakan Ratusan Personel, Ini Penyebabnya!
Bhabinkamtimbas, 1 pleton Dalmas awal dari personel dari Polsek Karangasem, serta 3 Pleton Dalmas. Selain itu, di-backup personel Intel dan Reskrim.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Situasi di Adat Desa Bugbug, Kecamatan/Kabupaten Karangasem kembali memanas saat digelarnya upacara Muu-muu di desa adat setempat, Jumat (16/1).
Dua kelompok warga yang konflik berkepanjangan, saling berhadapan saat digelarnya prosesi upacara sakral di kawasan tersebut.
Sejak pagi, ratusan personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan upacara Muu-muu. Sementara dua kelompok warga sempat terkibat aksi saling dorong, saat berjalannya ritual. Polres Karangasem mengerahkan 258 personel, yang terdiri dari 1 pleton negosiator dari Polwan dan
Bhabinkamtimbas, 1 pleton Dalmas awal dari personel dari Polsek Karangasem, serta 3 Pleton Dalmas. Selain itu, di-backup personel Intel dan Reskrim.
Baca juga: TRAGEDI Kebakaran di Pos Tiket RSUD Klungkung, Pengunjung Sempat Panik Lihat Kobaran Api!
Baca juga: JEBOL Jalan Penghubung 2 Desa di Busungbiu, Akibat Hujan Seharian, Bupati Buleleng Tinjau Lokasi!
Pengamanan juga dipimpin langsung Kapolres Karangasem, AKBP I Made Santika sebagai perwira pengendali di lapangan. “Sementara situasi terkendali, kegiatan mecaru Muu muu dari pihak kelihan desa adat Purwa Arsana sudah selesai,” ungkap Kasi Humas Polres Karangasem, IPDA Nengah Artono, Jumat (16/1).
Namun pengamanan masih berlangsung, mengingat selanjutnya akan dilaksanakan kegiatan Upacara Muu muu dari pihak kelompok masyarakat Gema Santi di tempat yang sama pada pukul 16.00 Wita. “Personel kepolisian masih standbay di sekitaran Desa Bugbug untuk memberikan pelayanan pengamanan kegiatan keagamaan di Desa Adat Bugbug,” ungkap IPDA Artono.
Pihaknya juga menegaskan, kehadiran aparat kepolisian di lokasi hanya untuk menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif, mencegah terjadinya adu fisik antar kedua belah kelompok, dan memberi penyekat dengan bosy system.
“Kami tekankan, pihak kepolisian tidak memihak ke salah satu kelompok, karena masalah adat menjadi permasalahan intern Desa Adat Bugbug yang tentunya mereka bersaudara. Kami hadir untuk keamanan masyarakat luas, memberi pelayanan pengaturan lalu lintas untuk kelancaran kepada masyarakat yang melewati Desa Bugbug,” ungkap IPDA Artono. (mit)
| Ribuan Gas Elpiji Bersubsidi di Karangasem Dioplos, Rugikan Negara Rp714,4 juta |
|
|---|
| Ribuan Warga Iringi Pengabenan Ayahanda Wabup Pandu, Bupati Karangasem Ikut Jalan Kaki ke Setra |
|
|---|
| Lansia Penjual Kaca Mata Keliling Asal Karangasem Bertahun-tahun Nabung Demi Naik Haji |
|
|---|
| Gubernur Koster: Restorasi Parahyangan Pura Agung Besakih Dikerjakan Tahun Ini |
|
|---|
| KRONOLOGI Wanita Muda Ulah Pati di Jembatan Batang Karangasem, Sang Adik Sempat Lakukan Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Upacara-MUu-muuu.jpg)