Berita Karangasem
33 Sulinggih Puput Puncak Upacara Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih
33 Sulinggih Puput Puncak Upacara Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Puncak Upacara Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih akan digelar berteparan dengan Purnama Kadasa, Kamis (2/4/2026). Nantinya puncak upacara akan dipuput (dipimpin) oleh 33 orang sulinggih.
Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiartha menjelaskan, puncak upacara akan digelar sekitar Pukul 09.00 Wita. Secara keseluruhan upacara puncak akan dipuput 33 sulinggih,
"Total secara keseluruhan puncak upacara Ida Bhatara Turun Kabeh akan dipuput 33 orang sulinggih," ujar Jro Mangku Widiartha, Rabu (1/4/2026).
Baca juga: Suharman Selamat Berkat Cool Box, Katir Perahu Nelayan Air Kuning Jembrana Patah dan Tenggelam
Jumlah 33 orang sulinggih tersebut, tersebar di Penataran Agung yakni di Bale Gajah, Bale Peselang, Ambal-ambal, serta di seluruh pura di kawasan Pura Agung Besakih.
"Jumlah 33 sulinggih itu, diluar Wiku Tapini yang berjumlah 3 orang," ungkapnya.
Baca juga: Tak Kuat Menanjak, Mobil Terbalik di Goa Gong Jimbaran Usai Hilang Kendali
Setelah upacara puncak, dilanjutkan dengan bhakti penganyar dan nyejer berlangsung seIama sekitar 3 minggu. BTK 2026 baru berakhir dengan upacara penyineban pada tanggal 23 April 2026.
Pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di Pura Agung Besakih tahun ini dilaksanakan dengan aturan ketat terkait pengelolaan sampah.
Desa Adat Besakih menegaskan larangan penggunaan plastik sekali pakai hingga ke area utama mandala pura.
Bahkan pemedek diwajibkan untuk membawa sampahnya kembali ke rumah masing-masing dan tidai di buang di kawasan pura.
Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha, mengatakan kebijakan ini sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 2 Tahun 2026 mengenai tatanan bagi pamedek dan pengunjung saat berada di Kawasan Suci Pura Agung Besakih selama pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh.
Umat yang hendak tangkil atau bersembahyang diimbau tidak membawa pembungkus berbahan plastik.
“Umat agar tidak menggunakan pembungkus plastik saat ke pura. Ini bagian dari upaya menjaga kesucian dan kebersihan kawasan Besakih,” ungkapnya.
Jro Mangku Widiartha mengatakan, edukasi terus dilakukan setiap pelaksanaan IBTK, hingga umat terbiasa tidak meninggalkan sampah di kawasan pura. (mit)
| Wakil Mendikdasmen Kunjungi Karangasem, Bupati Gus Par Usul Perbaikan 86 Unit Sekolah Rusak |
|
|---|
| Kebijakan WFH ASN Terkait Penghematan Energi, Pemkab Karangasem Tunggu Arahan Provinsi Bali |
|
|---|
| Kebijakan WFH ASN, Karangasem Tunggu Arahan Pemprov Bali |
|
|---|
| Isu Strategis Jadi Perhatian Utama Musrenbang RKPD Karangasem, Soroti Masalah Sampah & Infrastruktur |
|
|---|
| Musrenbang RKPD Karangasem 2026, Singgung Masalah Sampah, Kemiskinan hingga Infrastruktur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Prosesi-melasti-di-Pura-Agung-Besakih-63.jpg)