Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Karangasem

Kasus Pencurian Ketu Sulinggih di Karangasem Bali Terungkap, Pelaku Ternyata Kerabat Griya

Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika dan Kajari Karangasem Shinta Ayu Dewi Raden Roro menunjukan barang bukti kasus pencurian benda sakral.

Tayang: | Diperbarui:
Tidak Ada
Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika dan Kajari Karangasem Shinta Ayu Dewi Raden Roro, Jumat 12 Juni 2026 saat menunjukan barang bukti kasus pencurian benda sakral berupa bhawa atau mahkota sakral milik sulinggih di sejumlah griya di wilayah Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem serta di Griya di Wilayah Abang. 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM – Kasus pencurian benda sakral milik sulinggih yang sempat menggegerkan sejumlah griya di Kabupaten Karangasem, Bali akhirnya berhasil diungkap jajaran Sat Reskrim Polres Karangasem.

Pelaku berinisial IMW diketahui menyasar beberapa griya di wilayah Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem, serta Griya Taman Pandan di Kecamatan Abang.

Dalam aksinya, pelaku membawa kabur sejumlah perlengkapan upacara keagamaan, termasuk bhawa atau ketu (mahkota) sulinggih berbahan emas.

Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika mengungkapkan, pelaku memiliki pengetahuan mendalam mengenai kondisi sejumlah griya yang menjadi lokasi pencurian. Hal tersebut diduga karena IMW masih memiliki hubungan keluarga dengan salah satu griya di Budakeling.

"Pelaku mengetahui posisi ruangan dan tempat penyimpanan benda sakral. Ia masuk ke ruangan tertentu dan mengambil barang-barang berharga, termasuk bhawa atau mahkota sulinggih yang berbahan emas," ujar AKBP I Made Santika, Jumat (12/6/2026).

Menurut Santika, pengetahuan mengenai tata letak griya tersebut kemudian dimanfaatkan pelaku untuk menentukan sasaran. Pelaku diduga hanya mengambil barang-barang tertentu yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menemukan sedikitnya empat lokasi yang menjadi sasaran aksi pencurian.

Selain itu, terdapat dua lokasi lain yang sempat dicoba dimasuki pelaku, namun tidak ada barang berharga yang hilang.

Tiga Griya Kehilangan Ketu dan Perhiasan Emas, Kerugian Capai Rp500 Juta

Kasus ini sebelumnya mencuat setelah tiga griya di kawasan Banjar Dinas Triwangsa, Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem, dilaporkan kehilangan perlengkapan sakral dan perhiasan emas.

Lokasi pertama berada di Griya Dauh, Bebandem. Di tempat tersebut, korban kehilangan seperangkat prebawa puja yang terdiri dari ketu (mahkota), bros padma, genitri, bahu raksa, hingga hiasan karna. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp150 juta.

Pencurian serupa juga terjadi di Griya Demung. Ketu sakral milik griya tersebut diketahui hilang setelah dilakukan pengecekan terhadap tempat penyimpanannya.

Polisi menduga pelaku merusak tali pengikat wadah penyimpanan sebelum membawa kabur benda sakral tersebut. Kerugian dalam kasus ini ditaksir sekitar Rp200 juta.

Sementara itu, Griya Kawan juga menjadi sasaran.

Keluarga awalnya menduga ketu yang tidak berada di tempat penyimpanan masih dalam proses perbaikan.

Namun setelah dikonfirmasi kepada pihak yang sebelumnya melakukan perbaikan, diketahui benda sakral tersebut sudah lama dikembalikan ke griya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved