Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Seniman Bali

Seniman Klungkung Ciptakan Gamelan dari Sampah Plastik

Berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan dan semakin berkurangnya ketersediaan kayu sebagai bahan baku seni

Tayang:
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
GAMELAN - Seniman asal Klungkung, I Dewa Gede Bayu Agastya saat memainkan gamelan selonding dari daur ulang sampah plastik, Minggu (14/6/2026). 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan dan semakin berkurangnya ketersediaan kayu sebagai bahan baku seni, seorang seniman asal Klungkung, I Dewa Gede Bayu Agastya, berhasil menciptakan seperangkat gamelan selonding berbahan dasar sampah plastik daur ulang.

Bayu mengatakan ide tersebut muncul setelah melihat semakin banyak pohon yang ditebang untuk kebutuhan berbagai sektor, termasuk seni.

Menurutnya, kayu membutuhkan waktu puluhan tahun untuk tumbuh hingga bisa dimanfaatkan, sementara sampah plastik terus menumpuk dan sering kita jumpai serta sulit terurai.

Baca juga: Peed Aya Duta Denpasar Libatkan 700 Seniman, Tampilkan Ogoh-ogoh Sapa Warang Banjar Gemeh

“Awalnya saya berpikir, kalau kayu semakin sulit didapat dan membutuhkan waktu sangat lama untuk tumbuh, kenapa tidak mencoba memanfaatkan plastik yang jumlahnya justru melimpah. Dari situ saya mulai mencari tahu bagaimana proses pengolahan sampah plastik,” ujarnya, Minggu (14/6/2026).

Pencarian itu membawanya melakukan survei ke sejumlah tempat pengolahan sampah plastik di Bali.

Hingga akhirnya ia bertemu dengan Rumah Plastik Mandiri di Buleleng yang bergerak di bidang pengelolaan sampah plastik.

Baca juga: Art & Bali 2026 Umumkan Line-Up Seniman untuk Pameran Seni Utama di Nuanu Creative City

Dari sana lahir kolaborasi untuk mengubah limbah plastik menjadi media berkesenian.

Bayu kemudian memulai serangkaian ekplorasi ide yang berlangsung sekitar delapan bulan.

Sampah plastik yang dicacah dan dipres berhasil diubah menjadi papan-papan plastik yang kuat untuk dijadikan perangkat gamelan.

Ia menjelaskan, satu lembar papan plastik berukuran 100 x 50 sentimeter membutuhkan sekitar 35 kilogram sampah plastik cacah.

Setelah melalui proses pengepresan, beratnya menyusut menjadi sekitar 15 kilogram dan siap digunakan sebagai bahan utama pembuatan perangkat gamelan.

Baca juga: JADI Penampil Utama Singa Kren Festival, 550 Seniman Kolosal Lintas Etnis Jadi Highlight Singa Kren 

“Fokus saya bagaimana meminimalisir penggunaan kayu dalam pembuatan gamelan dan menggantinya dengan plastik daur ulang. Jujur ide ini terinspirasi dari semangat Nosstress dalam menyuarakan kecintaan terhadap lingkungan,"katanya.

Dalam proses mewujudkan karya tersebut, Bayu menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dari sisi pendanaan.

Ia mengaku sempat menjual beberapa barangnya untuk membiayai proses perakitan, operasional hingga pembuatan bilah gamelan.

Berbeda dengan Gamelan tradisional yang mempunyai ciri khas nadanya sendiri, Bayu memilih mengadopsi tangga nada sedikit berbeda pada perangkat gamelan buatannya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved