Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Seniman Bali

Seniman Klungkung Ciptakan Gamelan dari Sampah Plastik

Berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan dan semakin berkurangnya ketersediaan kayu sebagai bahan baku seni

Tayang:
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
GAMELAN - Seniman asal Klungkung, I Dewa Gede Bayu Agastya saat memainkan gamelan selonding dari daur ulang sampah plastik, Minggu (14/6/2026). 

Meski teknik permainannya tetap sama, ia sengaja mengambil pendekatan tersebut sebagai ruang inovasi.

“Saya sempat khawatir kalau langsung membawa nada tradisional ke media baru berbahan sampah plastik. Akhirnya saya mencari jalan tengah dengan menggunakan sistem tanga nada yang sedikit lebih modern,” jelasnya.

Saat ini, Bayu telah berhasil menyelesaikan satu barung atau satu set gamelan selonding berbahan plastik daur ulang. Untuk mewujudkannya, ia menghabiskan sekitar 15 lembar papan plastik hasil daur ulang dan dalam satu prangkat gamelannya ia berhasil mengolah sekitar 80kg sampah plastik dan masih banyak karya seni berbahan plastik bekas lainnya sedang dalam tahap proses pengerjaan.

Melalui platform bertajuk “Plastic for Art” yang digagasnya sejak tahun lalu, Bayu berharap semakin banyak seniman yang mulai melihat sampah plastik sebagai media ekspresi seni yang bernilai sehingga mempunyai daya guna kembali.

Ia juga berencana mengembangkan berbagai karya lain dengan menggantikan unsur-unsur kayu menggunakan material daur ulang.

“Tanpa bermaksud membanding-bandingkan karya seni lainnya, saya ingin mencoba mengajak seniman ikut memikirkan kondisi alam. Sampah plastik yang selama ini dianggap masalah sebenarnya bisa menjadi media seni yang bermanfaat,” katanya.

"Saya mempunyai prinsip yaitu seni yang baik adalah seni yang bermanfaat untuk kehidupan,” ujarnya.

Bayu mengatkaan, perangkat yang saat ini telah rampung yaitu  gamelam selonding berbahan sampah plastik daur ulang yang dibuatnya merupakan yang pertama di Indonesia.

Ke depan, ia memiliki misi menjadikan seluruh komponen gamelan, termasuk bilahnya, berbahan plastik daur ulang sehingga penggunaan material konvensional bisa semakin diminimalkan.

Meski demikian, ia mengakui masih ada tantangan. Menurutnya, kekuatan material plastik daur ulang sudah terbukti sangat baik, namun inovasi terhadap seluruh komponen masih membutuhkan riset dan dukungan pendanaan. 

Karya yang rampung bertepatan dengan perayaan Tumpek Uduh tersebut lahir berkat dukungan banyak pihak, mulai dari Rumah Plastik Mandiri Buleleng yang menyediakan material daur ulang, teman-seniman yang seiman, hingga dukungan penuh dari sang istri yang terus mendampingi proses kreatifnya. (*)

 

 

Berita lainnya di Seniman Bali

 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved