Jelang Galungan, Harga Daging Babi di Buleleng Turun Rp 5 Ribu Per Kilogram
Harga daging babi di Buleleng turun dari Rp 70 ribu per kilogram, turun menjadi Rp 65 ribu per kilogram
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Irma Budiarti
Jelang Galungan, Harga Daging Babi di Buleleng Turun Rp 5 Ribu Per Kilogram
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Jelang Hari Raya Galungan, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Buleleng melakukan pemantauan terhadap harga kebutuhan pokok, Rabu (12/2/2020), di Pasar Anyar Singaraja dan Pasar Seririt.
Hasilnya, harga daging babi mengalami penurunan sebesar Rp 5 ribu per kilogram.
Para pedagang menduga ini terjadi karena kasus kematian babi di Bali.
Dari pantauan, harga cabai kini turun dari semula Rp 80 ribu per kilogram menjadi Rp 55 ribu per kilogram.
Demikian dengan bawang merah dan bawang putih, dari yang semula Rp 60 ribu per kilogram, turun menjadi Rp 50 ribu per kilogram.
Sementara daging babi, dari Rp 70 ribu per kilogram, turun menjadi Rp 65 ribu per kilogram.
Salah satu penjual daging babi, Kadek Darmini mengatakan, penurunan harga ini terjadi sejak awal Februari 2020, atau setelah adanya kasus babi mati di Bali.
Hal ini kemudian berdampak pada menurunnya jumlah pembeli.
Padahal, pemerintah telah menegaskan, mengonsumsi daging babi di tengah isu virus African Swine Fever (ASF) masih tetap aman, selama dimasak secara benar.
Kini jelang Hari Raya Galungan, Darmini mengaku hanya mampu memotong satu hingga dua ekor babi.
Sementara sebelum adanya isu ASF, ia mampu memotong hingga tiga ekor babi.
"Babi yang saya jual ini dibeli di daerah Tabanan, Kintamani dan Buleleng," ucapnya.
Sementara Kepala Disperindagkop UKM Buleleng Dewa Made Sudiarta mengatakan, penurunan harga sembako ini relatif stabil dan turun, bila dibandingkan minggu lalu.
"Pasokannya sudah mulai bergerak lebih banyak, sehingga harga relatif turun," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/penjual-daging-babi-di-pasar-anyar-singaraja-mengeluhkan-saat-ini-jumlah-pembeli-menurun.jpg)