Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Arya Wiratama Berhasil Raih Peringkat Kedua E-sport Tingkat Nasional, Begini Harapannya

I Kadek Arya Wiratama berhasil meraih peringkat kedua di turnamen electronic sport (e-sport) JD.ID High School League (HSL) tingkat nasional

Penulis: M. Firdian Sani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN BALI/M. FIRDIAN SANI
I Kadek Arya Wiratama adalah pelajar SMA 1 Negara yang meraih juara dua kejuaraan turnamen electronic sport (e-sport) JD.ID High School League (HSL) tingkat nasional tahun 2019 cabang game Mobile Legends. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, M. Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - I Kadek Arya Wiratama adalah pelajar SMA 1 Negara yang berhasil meraih peringkat kedua di turnamen electronic sport (e-sport) JD.ID High School League (HSL) tingkat nasional tahun 2019 cabang game Mobile Legends.

Tim SMAN 1 Negara kalah tipis 2-1 dari SMA Bethel Kosambi (Banten) yang merupakan juara bertahan dalam turnamen e-sport cabang Mobile Legends pada ajang Piala Presiden sebelumnya.

Arya mengaku sangat senang sudah bisa meraih posisi runner up dalam ajang nasional, apalagi itu merupakan petualangan pertamannya dalam mengikuti lomba di tingkat nasional.

Ia dan ke empat temannya, I Gusti Ngurah Agung Ari Darma Putra, I Gede Satya Wikananda, I Dewa Made Kevin Surya Negara, Ida Bagus Gede Jalaputra Ari Darma Putra berhasil mendapat hadiah beasiswa sebesar Rp 15 juta.

Pemkab Kebobolan, Sejumlah Pekerja Migran Bali Asal Karangasem Sudah Pulang Duluan

Dampak COVID-19, 284 Penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Tidak Beroperasi dan Cancel

Lahir Senin Pon Pahang ?, Begini Peruntungannya

Dengan semakin berkembangnya tekhnologi, Arya berharap Pengprov. ESI Bali agar eSport dapat maju dengan game-game lain.

"Terima kasih untuk pemerintah yang sudah membuat dan mewadahi e-sport Indonesia, harapan saya mungkin itu bisa menjadi gerakan yang bisa memajukan e-sport di Indonesia terutama jangan cuman di mobile legends aja bisa juga di game-game yang lain, supaya kita insan-insan e-sport itu bisa berkembang dan bisa jadi profesi," katanya.

Dalam hati kecilnya Ia juga ingin menjadi atlet e-sport profesional sebagai profesinya, karena mengingat di Bali baru memulai maka dirinya sadar harus bersabar jika ingin menjadi atlet e-sport profesional.

"Kalau ada kesempatan untuk jadi pekerjaan saya akan ambil itu, sekarang saya cuma mencari pengalaman saja. Mungkin jadi sampingan yang sebenernya bisa diseriuskan," ungkapnya.

Arya bersyukur memiliki orang tua yang tidak menentang dirinya mengenai hobinya bermain Mobile Legends, apalagi semenjak dirinya berprestasi dan meraih peringkat dua tingkat Nasional orang tuanya merasa banggga.

Orang tuanya pun kini mendukung sembari tetap mengingatkan dirinya bahwa harus diimbangi juga dengan belajar.

"Orang tua tidak melarang untuk lebih fokus belajar dan tidak meninggalkan sekolah aja, tapi tetap mengizinkan. Mereka senang karena kita menghasilkan uang dari game. Kita bisa membantu perekonimian keluarga," urainya.

Arya juga berhasil mengubah cara pandang guru-guru mengenai game bahwa siswa-siswinya bisa berprestasi di cabang olahraga e-sport ini, dengan prestasinya ini SMA 1 Negara kini resmi menjadikan e-sport sebagai ekstrakurikuler tetap.

"Setelah kita juara dua, sekolah jadi menerapkan ekstrakurikuler e-sport. Dan sekarang sudah ada 50 anggota. Kita juga sendiri adakan turnamen antar sekolah, se-SMA di Jembrana," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved