Berita Gianyar
Pasca Melasti di Blahbatuh Tua Gianyar, Sampah Terkumpul 45 Karung
Pasca upacara melasti yang digelar oleh Desa Adat se Blahbatuh Tua, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali, banyak sampah plastik yang mencemari pesisir
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pasca upacara melasti yang digelar oleh Desa Adat se Blahbatuh Tua, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali, banyak sampah plastik yang mencemari pesisir pantai.
Bahkan pembersihan pantai dari sampah plastik yang dibuang sembarangan ini membutuhkan waktu dua hari.
Di mana di hari pertama atau usai melasti, pembersihan dilakukan oleh relawan Trash Hero Bali bersama perangkat Desa Saba.
Sementara di hari kedua, Jumat 18 Maret 2022 ini, Trash Hero berkolaborasi dengan banyak instansi.
Baca juga: Bale Adat Warga di Gianyar Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp150 Juta
Mulai dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar, Satpolair Polres Gianyar, Rutan Kelas IIB Gianyar, Dinas Lingkungan Hidup Gianyar, Lapas Narkotika Bangli, dan Prebekel Desa Saba. Kegiatan 'ketog semprong' ini juga sekaligus untuk memperingati HUT BNN Indonesia ke 20. Pembersihan dilakukan sepanjang Pantai Pering dan Pantai Saba.
Ketua Trash Hero Indonesia, I Wayan Aksara yang juga merupakan krama Desa Adat Blahbatuh Tua mengatakan, pihaknya sudah melakukan aksi bersih-bersih sampah di pesisir pantai ini sejak Kamis 17 Maret kemarin atau setelah upacara melasti yang dilakukan krama Blahbatuh Tua selesai.
Di mana di hari pertama itu dilakukan bersama Pemerintahan Desa Saba.
Namun dikarenakan jumlah sampah terlalu banyak, yang didominasi sampah plastik, sehingga pembersihan membutuhkan waktu tambahan. Namun setidaknya, upaya di hari pertama tersebut berhasil menghalau sampah hanyut ke laut.
Baca juga: Keluarga Suweta Tolak Hasil Rekonstruksi, Kapolsek Gianyar Sebut Penolakan Tak Berdasar
"Kemarin kita lakukan pembersihan untuk mengantisipasi sampah plastik hanyut ke laut. Dari Pemdes Saba juga sudah melakukan aksi bersih-bersih kemarin namun masih ada sampah-sampah di areal seputaran pantai. Sampah ada sekitar 45 karung. Sampah plastik mendominasi pasca acara melasti kemarin," ujar Aksara.
Pihaknya pun berharap, hal ini tidak terulang kembali, terutama dari segi sampah plastik.
"Diharapkan setiap acara seperti ini agar setiap desa adat bisa mengantisipasi sampah-sampah yang akan timbul dengan menyediakan karung oleh masing-masing desa adat, sehingga sehabis upacara sampah tidak berserakan," ujarnya.
Camat Blahbatuh, Wayan Gede Eka tak menampik bahwa pasca upacara melasti, jumlah sampah yang ditimbulkan cukup banyak.
Namun pihaknya sudah mengantisipasi dengan bekerja sama dengan Trash Hero dan perangkat desa setempat.
Namun saat upacara melasti, pihaknya 'eweh pakewuh' memungut sisa piranti persembahyangan.
"Tidak enak rasanya habis dihaturkan, langsung kita pungut. Makanya begitu krama budal (pulang) saat itulah kita bersihkan. Sudah dari kemarin bersih-bersih. Karena terlalu banyaknya sampah," ujarnya.
Baca juga: VIRAL Kecelakaan Maut di Batubulan Gianyar, Rupanya Korban Hanya Alami Luka Ringan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sejumlah-orang-tengah-membersihkan-sampah-di-sepanjang-pantai-pering-dan-pantai-saba.jpg)