Berita Viral

TERUNGKAP Ada Luka Robek di Kelamin Mahasiswi Made Vaniradya, Ini Pengakuan Sang Pacar

TERUNGKAP Ada Luka Robek di Kelamin Mahasiswi Made Vaniradya, Ini Pengakuan Sang Pacar

|
istimewa
PENEMUAN MAYAT MAHASISWA - Kolase foto seorang mahasiswa asal Sumbawa, Radit Ardiansyah (19) bersama sang kekasih Made Vaniradya Puspa Nitra (19), diduga menjadi korban kekerasan di Pantai Nipah, Kabupaten Lombok Utara, Selasa (26/8/2025). Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pasangan Kekasih Diserang OTK saat Nikmati Indahnya Pantai Nipah, Vany Tewas, Radit Terluka Parah, https://www.tribunnews.com/regional/2025/08/29/pasangan-kekasih-diserang-otk-saat-nikmati-indahnya-pantai-nipah-vany-tewas-radit-terluka-parah. Penulis: Dewi Agustina 

TRIBUN-BALI.COM - Kasus penemuan jenazah mahasiswi Universitas Mataram, Made Vaniradya Puspa Nitra (19) mengungkap fakta baru.

Diketahui jenazah mahasiswi itu ditemukan di Pantai Nipah, Desa Malaka, Lombok Utara. 

Fakta baru kasus mahasiswi itu diungkap Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) Kombes Pol Syarif Hidayat.

Baca juga: Adiknya Dihabisi Secara Brutal di Blahbatuh Gianyar, Kakak Made Agus: Saya Siap Habisi 3 Pelaku

Dikatakannya, hasil visum jenazah ditemukan luka robek dibagian kelamin. 

Temuan luka robek itu memunculkan dugaan mahasiswi tersebut sempat mengalami pemerkosaan.

Polda Nusa Tenggara Barat nampaknya hati-hati dalam mengusut kasus mahasiswi asal Bali itu.

Hingga saat ini belum ada tersangka yang ditetapkan Polda Nusa Tenggara Barat.

"Ada kemungkinan korban pemerkosaan, hasil visum ada robek, tapi kita belum tahu (pelakunya) korban atau pelaku (penganiayaan)," kata Syarif, Jumat (29/8/2025). 

Baca juga: AKSI BRUTAL Putu Agus di Antiga Karangasem, Dianiaya Hingga Babak Belur, Korban Terus Ucap Maaf

Dia mengakui dari kasus penemuan jenazah dan mengarah ke pemerkosaan tersebut, Polda Nusa Tenggara Barat telah mengamankan satu orang.

Namun, pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus mahasiswi tersebut.

"Silahkan konfirmasi Polres Lombok Utara, karena sudah ada satu yang diamankan," kata Syarif. 

Pengakuan pacar mahasiswi 

Diketahui pacar korban bernama Radit Ardiansyah (19) asal Kabupaten Sumbawa.

Dia mengungkapkan, terkait insiden yang menimpa dirinya dan sang pacar di Pantai Nipah Kabupaten Lombok Utara, Selasa (26/8/2025). 

Radit mengaku, dia sang pacar yang juga korban meninggal mengalami kekerasan dari orang tak dikenal, saat sedang menikmati matahari tenggelam di pantai itu. 

Akibat kejadian tersebut sang pacar menjadi korban meninggal dunia dan ditemukan dalam keadaan telungkup dipinggir pantai.

Sementara Radit mengalami luka serius di bagian wajah dan sekujur tubuhnya.

Radit mengaku tidak mengenal orang yang melakukan penganiayaan terhadap dia dan sang pacar, namun dia masih ingat wajah dari orang tersebut. 

"Cowok, tidak kenal sama sekali, satu orang yang melakukan," kata Radit. 

Remaja asal Sumbawa ini mengatakan, saat ia duduk bersama pacarnya tiba-tiba pelaku muncul dari belakang, dengan membawa sebilah bambu. Sebelum memukul Radit sempat ditanya tujuannya di sana. 

"Saya jawab, kami tidak ngapa-ngapain disini, periksa saja tas kami pak, jajan doang isinya," kata Radit mengingat percakapannya dengan pelaku. 

Radit mengaku saat itu kondisinya sudah gelap, pelaku sempat menanyakan kepada keduanya alasan belum pulang. Ia pun menjawab bahwa saat itu mereka akan pulang. 

Paman korban ceritakan detik-detik temukan jenazah

Kepada TribunLombok.com, paman korban, I Wayan Sastra Bagia, mengungkapkan ia adalah orang pertama yang menemukan jenazah Vany, setelah melakukan pencarian selama berjam-jam.

“Lama kita cari, itu dari sekira pukul 22.00 Wita hingga mau sampai pukul 06.00 pagi,”
ucap Wayan Sastra saat ditemui di rumah duka, Kamis (28/8/2025).

Ia menjelaskan, dalam proses pencarian, mereka hanya menggunakan senter dari ponsel sebagai alat penerangan. Sastra menyusuri pantai dari ujung ke ujung, dengan harapan Vany bisa segera ditemukan.

Berdasarkan informasi awal dari pihak kepolisian yang melacak sinyal terakhir ponsel Vany, Sastra bersama anggota keluarga lainnya menyisir bibir pantai, mengikuti titik lokasi terakhir ponsel aktif.

Setelah sekitar empat jam pencarian, Sastra terlebih dahulu menemukan teman Vany, Radit, dalam kondisi lemas dan wajah babak belur

“Saya ketemu dengan Radit, dalam kondisi badan meringkuk dan dalam keadaan setengah sadar. Saya tanya di mana Vina, dia jawab Vany diseret, saya dipukul dari belakang,” ceritanya.

Sastra kemudian melihat sekeliling dan mencoba memahami arah pelaku berdasarkan keterangan Radit yang menyebutkan bahwa pelaku datang dari arah bukit.

Ia pun segera menuju jalan setapak yang mengarah ke bukit tersebut.

“Saya sempat berpikir mungkin Vany diseret ke semak-semak, tapi saya tidak menemukannya,” ungkapnya.

Dalam pencarian tersebut, Sastra sempat menemukan sebuah camp di atas perkebunan, tepat di seberang bukit.

Namun setelah bertanya-tanya di sana, tidak ada petunjuk mengenai keberadaan Vany.

Sekitar lima jam kemudian, polisi datang dengan dua mobil, satu membawa Radit, korban pertama, dan satu lagi ikut melakukan pencarian terhadap Vany.

Tim menyisir lokasi hingga satu kilometer dari titik ditemukannya Radit.

“Setelah melakukan pencarian berjam-jam, hingga pada pukul 06.00 Vany ditemukan, saya menemukannya dalam keadaan sudah terbujur kaku, saya nggak berani sentuh karena saya sudah pikir di sana, oh ini merupakan pembunuhan,” sebutnya.

Dengan kejadiaan itu menjadi duka mendalam bagi keluarga, Vany yang dikenal keluarga merupakan gadis baik kini harus menemui ajalnya.

Vany direncanakan akan dikremasi pada 2 September mendatang, sesuai dengan adat istiadat masyarakat Hindu Bali.(*)

 

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved