Berita Nasional
Rekor Nilai Tukar Terlemah Sepanjang Masa, Rupiah Rontok di Level Rp 17.529 Per Dolar AS
pelemahan rupiah dipicu kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang masih membebani pasar keuangan Indonesia.
Penulis: Kambali | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Selain itu, pelaku pasar turut mencermati pengumuman dari MSCI terkait potensi penurunan bobot Indonesia dalam indeks global yang dapat memicu arus keluar modal asing dari pasar domestik.
Sementara itu, Bank Indonesia menyatakan tetap proaktif dalam menstabilkan rupiah.
Bank Indonesia sekarang diprediksikan mengerek suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis points dalam rapat dewan gubernur pada 20 Mei mendatang.
Namun Rupiah tidak sendirian, mayoritas mata uang Asia melemah.
Won Korea adalah satu-satunya mata uang dengan persentase pelemahan yang lebih besar ketimbang rupiah, yakni 1,21 persen dalam sehari.
Pelemahan juga terjadi pada peso Filipina sebesar 0,56 persen. Baht Thailand melemah 0,4 persen.
Dolar Singapura melemah 0,36 persen. Rupee India melemah 0,34 persen. Dolar Taiwan melemah 0,28 persen. Ringgit Malaysia melemah 0,25 persen.
Yen Jepang melemah 0,25 persen. Dolar Hong Kong melemah 0,006 persen.
Hanya yuan China yang mampu menguat 0,04 persen terhadap dolar AS. Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,30 persen menjadi 98,25.
Untuk perdagangan Rabu 13 Mei 2026, Ibrahim mengatakan pasar akan fokus pada rilis data inflasi Amerika Serikat (AS), khususnya indeks harga konsumen atau Consumer Price Index (CPI), yang dapat memengaruhi ekspektasi arah suku bunga Federal Reserve.
Ibrahim memproyeksikan rupiah pada perdagangan Rabu 13 Mei 2026, akan bergerak di kisaran Rp 17.520 hingga Rp 17.580 per dolar AS. (ali)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pegawai-menunjukkan-uang-rupiah-dan-dolar-AS-di-money-changer-DolarAsia-Jakarta.jpg)