Puluhan ribu orang dan ribuan kendaraan meninggalkan Bali via Pelabuhan Gilimanuk dalam sehari menjelang puncak arus mudik 2026.
Polres Jembrana menyiapkan rekayasa arus lalulintas untuk tiga skala situasi berbeda pada arus mudik 2026
Menurut pantauan dari video yang beredar, kawasan dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk mendadak gempar saat perkelahian tersebut terjadi.
Kericuhan terjadi di areal Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Kamis 12 Maret 2026 pagi.
Petugas darat kapal dengan driver travel diduga tak berizin, cekcok hingga perkelahian. Aksi ini sempat menimbulkan ketegangan di sana.
Arus kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk serangkaian arus mudik 2026 sudah mulai alami peningkatan.
informasi awal puncak arus mudik atau puncak peningkatan kendaraan terjadi mulai 14 hingga 17 Maret mendatang.
Bangunan ilegal, pemilik bangunan tersebut sudah bersedia untuk menghentikan segala bentuk kegiatan sampai PBG-nya terbit.
Menurut informasi, peserta parade ogoh-ogoh bakal mulai menuju titik kumpul di kawasan Sentra Tenun Negara sekitar pukul 13.00 Wita.
Selain itu, bangunan tersebut belum dilengkapi perijinan yakni PBG sebagai persyaratan untuk mendirikan bangunan
Program TMMD di Jembrana Sukses Bangun Jalan Desa hingga Penyediaan Air Bersih
Bangunan Melanggar Sempadan Sungai Disegel, Satpol PP Jembrana Pasang Stiker Peringatan
selain berbagi takjil, petugas juga membagikan brosur berisi tips mudik aman serta memberikan edukasi di Jembrana Bali
kegiatan pengarakan ogoh-ogoh yang menggunakan jalur nasional disiapkan rekayasa arus lalu lintas.
Meskipun tak ada narapidana yang langsung bebas, namun mereka diusulkan menerima pengurangan masa tahanan dari 15 hari hingga 60 hari.
Bahasa ini sendiri mulai digunakan sejak para pendatang tersebut menetap yakni sekitar awal abad ke-18.
Ketua TP Posyandu Kabupaten Jembrana, Ny. drg. Ani Setiawarini Kembang Hartawan, menyambut langsung kunjungan Ketua TP Posyandu
Lima Potensi Jembrana Diusulkan Jadi WBTB 2026, Jaje Bendu hingga Bahasa Melayu Loloan
Ratusan Napi di Lapas Negara Diusulkan Terima Remisi Hari Raya, Pengurangan 15 Hari hingga 2 Bulan
setiap tahunnya, arus mudik selalu ramai bahkan dalam dua hari bisa mencapai ratusan ribu orang