Berita Bali
Berikut Pesan Ketua Organda-Kadishub Bali Bagi Green SM dan Taksi Komotra
Berikut Pesan Ketua Organda-Kadishub Bali Bagi Green SM dan Taksi Komotra
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Taksi Komotra sebagai salah satu koperasi taksi tertua dan pionir taksi lokal murah Pulau Dewata pasca Covid-19 tahun 2022 lalu mengalami masalah finansial yang berpengaruh terhadap rencana peremajaan armada.
Terdapat investor masuk dan melakukan peremajaan armada mobil taksi Komotra namun beberapa unit saja dan hanya berlangsung satu tahun akibat adanya kekeliruan dalam Nota Kesepahaman yang disepakati.
Sehingga Koperasi Taksi Komotra harus melakukan pengembalian modal yang dikeluarkan oleh investor dalam peremajaan armada.
Baca juga: BKSDA Lepasliarkan 8 Ekor Satwa Hasil Sitaan dan Serahan Masyarakat
Kondisi tersebut semakin memperburuk kondisi finansial atau keuangan dari Koperasi Taksi Komotra disamping persaingan ketat dengan taksi paltform online berbasis aplikasi.
Selain itu masa tenggang waktu aturan dari Dinas Perhubungan terkait batas maksimal usia armada taksi sudah diujung tanduk tetapi kondisi finansial tidak memungkinkan.
Baca juga: Penilaian Ogoh-ogoh di Jembrana Bali, Juri Kabupaten Bakal Singkirkan 4 Peserta
Jika peremajaan armada tidak segera dilakukan maka kuota taksi Komotra akan dicabut dan dialihkan ke Koperasi Taksi lain oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali.
Dishub pun memberikan masukan dan saran agar peremajaan armada Komotra dilakukan dengan unit Electric Vehicle (EV) atau mobil listrik.
Penjajakan kepada sejumlah investor dan perusahaan dilakukan oleh Koperasi Taksi Komotra hingga akhirnya salah satu perusahaan layanan pemesanan mobil listrik asal Vietnam yakni SM Green melirik ekspansi bisnisnya ke Bali.
Hal ini disampaikan Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Bali, I Nyoman Arthaya Sena, pada sambutannya dalam acara soft launch Green SM Bali bersama Taksi Komotra, Jumat (27/2/2026) kemarin di Parkir Timur Lapangan Niti Mandala Renon.
"Setelah berproses, sampailah tiba hari ini. Kami serahkan semua kepada pelaku, kepada anggota kami. Dan hal yang sangat penting disini dan perlu juga disadari oleh kawan-kawan manajemen Green SM di Bali ini sangat sensitif," ujar Arthaya Sena.
Kata sensitif yang dimaksud oleh Arthaya Sena adalah sensitifitas dari pelaku-pelaku transportasi lain dimana di Bali sekarang banyak jasa transportasi yang ilegal tidak memiliki izin resmi.
Ia meminta kepada jajaran Dishub untuk melakukan penataan transportasi agar semua kendaraan berizin.
"Dimana pada saat ini, boleh di bilang pada saat ini, angkutan sewa khusus itu boleh dikatakan 95 persen belum berizin," imbuhnya.
Menindaklanjuti hal tersebut Dishub Bali dan stakeholder terkait melakukan pertemuan untuk bagaimana upaya menertibkan angkutan sewa khusus yang tidak berizin agar mereka berizin sehingga seluruh kuota, dan jumlah kuota yang dimiliki oleh angkutan aplikasi online ini jelas dan terang sehingga penetapan tarif itu tidak amburat dulu.
"Nanti kita bersaing secara sehat. Maka dari itu kita mulai dari taksi dulu. Kalau taksi sudah beres, nanti kita bergeser ke angkutan sewa khusus. Kemudian kalau sudah beres, nanti ke yang lainnya," imbuh Arthaya Sena.
| BIDIK Kebhinekaan, Bali Spirit Festival Pertemukan Berbagai Orang & Elemen Menuju Kedamaian Semesta! |
|
|---|
| BEM Unud Kerahkan 200 Massa Aksi Tuntutan Dialog Terbuka Bali Darurat Sampah |
|
|---|
| BEM Universitas Udayana Akan Ajukan 5 Tuntutan Aksi Bali Darurat Sampah |
|
|---|
| Harga BBM Pertamax Turbo, Dexlite dan Dex di Bali Naik, di Sejumlah SPBU Pertamax Kosong |
|
|---|
| Dharma Santi Nasional Bali Dihadiri 5.500 Orang, Prabowo Minta Maaf Melalui Virtual |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ini-Pesan-Ketua-Organda-Kadishub-Bali-Bagi-Green-SM-dan-Taksi-Komotra.jpg)