Berita Tabanan
I Nyoman Mongol Penari Arja Otodidak dari Tabanan Berpulang, Tampil Bersama Arja Cupak
I Nyoman Mongol, Penari Arja Otodidak dari Tabanan Berpulang, Tampil Bersama Arja Cupak
Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seniman arja otodidak dari Tabanan, Bali, I Nyoman Mongol berpulang.
Ia menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat, 2 Januari 2026.
Prosesi pengabenan digelar Selasa, 6 Januari di Desa Adat Ole, Marga, Tabanan.
Nama I Nyoman Mongol mungkin kini jarang terdengar dalam percakapan seni Bali kontemporer.
Baca juga: Karangasem Bali Tembus 1,2 Juta Kunjungan Wisatawan Selama Setahun
Namun bagi dunia arja, tari, dan seni ukir tradisi dirinya ada di dalamnya.
Dirinya juga merupakan salah satu seniman wijil.
Ia bukan bagian dari panggung besar atau institusi resmi, melainkan hadir dalam denyut kehidupan masyarakat adat Bali.
Baca juga: Tradisi Leluhur, Ngodakin Desa Adat Lepang Bali, Tapel Kayu Kepah Dari Pura Dalem Sila Pegat
Sang anak, Made Adnyana Ole menuturkan, Nyoman Mongol Lahir di Ole sekitar tahun 1942.
"Perjalanan seninya bermula sebagai penari wijil, belajar langsung dari pengalaman kolektif, bukan dari bangku akademik," ungkap Made Adnyana, Selasa, 6 Januari 2026.
Dalam dunia arja, pengetahuan ini adalah pengetahuan hidup diwariskan melalui praktik, pengamatan, dan keterlibatan total dalam kehidupan komunal.
Selain sebagai penari, ia juga dikenal sebagai seniman ukir serta pembuat bade atau wadah peraiapan ngaben, lengkap dengan berbagai properti seni dan perlengkapan upacara adat.
Dalam kesehariannya, ia hidup bersama istrinya, Ni Nyoman Mandiri yang telah mendahuluinya.
Istrinya juga seorang seniman tari dan petani.
Keduanya menjalani laku kesenian yang sepenuhnya menyatu dengan kerja agraris tanpa sekat antara seni, adat, dan kehidupan sehari-hari.
Pada dekade 1960-an, I Nyoman Mongol aktif dalam komunitas arja Cupak.
| Wamen Disikdasmen Turun ke Tabanan, Tinjau Pembangunan dan Revitalisasi Beberapa Sekolah |
|
|---|
| Gandeng Jatiluwih Festival VII 2026 Hadirkan Fun Run Dengan Target 2.000 Peserta Bersama ASITA |
|
|---|
| Sempat Tersesat di Gunung Batukaru Tabanan Bali, 3 Pendaki Ditemukan Selamat |
|
|---|
| Bukan Cuma Bangun Properti, COCO Social Fund Bantu Warga Di 20 Titik Desa Kediri Tabanan Bali |
|
|---|
| Gunung Batukaru Telan Nyawa Made Dibya, Jenazah Ditemukan di Jurang Sedalam 90 Meter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Nyoman-Mongol.jpg)