Berita Tabanan
I Nyoman Mongol Penari Arja Otodidak dari Tabanan Berpulang, Tampil Bersama Arja Cupak
I Nyoman Mongol, Penari Arja Otodidak dari Tabanan Berpulang, Tampil Bersama Arja Cupak
Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
Ia menghidupkan kesenian arja bersama berbagai sekaa.
Pada masa yang sama, ia dan istrinya terlibat dalam sekaa nandur perkumpulan buruh tani menanam bawang putih dari Desa Marga hingga Senganan.
Bahkan hingga wilayah tiga kecamatan yakni Marga, Penebel, dan Baturiti.
Mereka berjalan kaki dari ladang ke ladang, bekerja bersama sekaa-sekaa tani.
Di sela-sela menanam bawang putih, Mongol kerap menghapal ucapan, gending, serta agem gerak tari wijil menjadikan ladang sebagai ruang latihan sunyi.
Pada masa itu, bawang putih dari wilayah ini dikenal sangat subur dan bahkan menjadi percontohan.
Hasil dari kerja buruh pertanian inilah yang kemudian digunakan untuk membeli properti pertunjukan arja.
Salah satu karya keseharian I Nyoman Mongol yang paling dikenang adalah panggul dari kayu kemuning, dibuat sepenuhnya dengan tangannya sendiri.
Panggul-panggul ini kerap digunakan oleh anak-anak dan sanggar, bahkan oleh pelajar ASTI Bali (kini ISI Bali).
Karyanya tidak ditandai nama, tidak dipamerkan, namun terus hidup dalam bunyi dan irama tabuh generasi berikutnya.
Dalam perjalanan hidupnya, ia juga dikenal sebagai pembuat alat permainan judi tradisional “bola adil”.
Dan semuanya dibuat sepenuhnya dengan tangan tanpa mesin.
Alat ini digunakannya untuk mencari nafkah di berbagai odalan di pura, maupun di berbagai tempat sabung ayam, salah satunya di Pura Natar Sari Apuan.
Di sela keramaian pertunjukan tari, ia membawa papan bola adil, namun juga selalu siap ngayah membawa ketungan, kotak perlengkapan tari, serta berbagai properti yang kerap dipinjam orang lain.
Tak jarang, properti tersebut tak pernah kembali.
| Wamen Disikdasmen Turun ke Tabanan, Tinjau Pembangunan dan Revitalisasi Beberapa Sekolah |
|
|---|
| Gandeng Jatiluwih Festival VII 2026 Hadirkan Fun Run Dengan Target 2.000 Peserta Bersama ASITA |
|
|---|
| Sempat Tersesat di Gunung Batukaru Tabanan Bali, 3 Pendaki Ditemukan Selamat |
|
|---|
| Bukan Cuma Bangun Properti, COCO Social Fund Bantu Warga Di 20 Titik Desa Kediri Tabanan Bali |
|
|---|
| Gunung Batukaru Telan Nyawa Made Dibya, Jenazah Ditemukan di Jurang Sedalam 90 Meter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Nyoman-Mongol.jpg)