Seputar Bali
Kikis Kesenjangan Teori dan Industri, Perguruan Tinggi Bali Rombak Kurikulum Hadapi Tantangan Global
Di tengah pergeseran lanskap ekonomi kreatif yang kini sangat berorientasi pada pengalaman, institusi pendidikan dituntut untuk merombak pembelajaran
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ngurah Adi Kusuma
"Program Creative Event Business merupakan transformasi dari Event Management untuk menjawab tantangan zaman," kata dia.
"Saat ini mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki skill teknis, tetapi juga kemampuan inovasi, kreativitas, entrepreneurship dan kemampuan menciptakan peluang kerja baru," imbuh Ganang.
Baca juga: Rakerda Pertama di Bali, APJI Fokus Kawal Pengelolaan SPPG Guna Hindari Keracunan Massal MBG
Di dalam kurikulum terintegrasi yang baru ini, cakupan pembelajaran diperluas secara holistik mencakup pengembangan industri kreatif, experience design, industri hiburan, teknologi event, hingga kewirausahaan berbasis budaya.
Lulusan diproyeksikan tumbuh sebagai creative event strategist dan inovator yang mampu merancang pengalaman merek di dalam ekosistem ekonomi berbasis pengalaman.
Esensi dari pembelajaran berbasis proyek tersebut langsung diimplementasikan oleh para mahasiswa melalui pengelolaan rangkaian acara "Growbalization 2026".
Ketua Panitia sekaligus Project Officer Growbalization 2026, Monica Setiawan mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian acara ini menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk mengasah kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama lintas disiplin ilmu.
"Mengangkat tema internal Cloud 9 yang menyimbolkan kebahagiaan universal, perhelatan ini mengombinasikan konsep edutainment yang inklusif," jelasnya.
Rangkaian kegiatan sebenarnya telah dicicil sejak 25 April 2026 melalui aksi sosial donor darah yang mengumpulkan 27 kantong darah, disusul program campus experience untuk siswa SMA pada 8 Mei 2026.
Pada puncak acara yang dihadiri sekitar 700 pengunjung tersebut, digelar seminar publik bertajuk Break the Fear, Make it Clear yang menghadirkan figur Christian Giacobbe dan Sam Wicahya untuk mengupas tuntas urgensi kemampuan berbicara di depan publik.
Selain itu, diselenggarakan pula PAWrty Run aktivitas fun run interaktif yang menggandeng komunitas The Dog Club serta panggung konser musik yang menampilkan musisi lokal seperti Hasta, HarmoniA, dan Not So Koplo. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Direktur-PIB-College-Prof-Dr-Ir-Anastasia-Sulistyawati-saat-jumpa-pers.jpg)