Bule Suka Bikin Onar di Berawa Ini Robek Surat Panggilan Polisi
Tahun 2015 lalu Amokrane pernah dipanggil pihak kepolisian karena kerap membuat resah di Berawa.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Masyarakat di Berawa, Badung, Bali, baik warga, pekerja pariwisata, pemilik akomodasi pariwisata, dan para wisatawan tengah dalam kesusahan lantaran Amokrane Sabet (49), warga berkebangsaan Prancis, mengancam keselamatan mereka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di Polsek Kuta Utara, tahun 2015 lalu Amokrane pernah dipanggil pihak kepolisian karena kerap membuat resah di Berawa.
(Waduh, Warga Berawa Diresahkan Atlet MMA yang Suka Mengancam dan Ugal-ugalan)
Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Wayan Arta Ariawan membenarkan pihaknya memanggil kembali Amokrane setelah pemanggilan sebelumnya di pertengahan tahun 2015.
Di mana saat itu dia diancam dideportasi bila kembali membuat onar.
(Bule Pembuat Onar di Berawa Pernah Minta Pinjam Istri Orang, Sang Suami Pun Berang!)
Terkait surat pemanggilan 7 April yang dirobek dan tak dipenuhi, Kompol Arta akan melayangkan surat pemangilan kedua.
"Kami akan kirim surat panggilan kedua dulu, kalau tetap tidak dipenuhi, nanti kita pikirkan lagi," ujar.
(BACA JUGA: Puluhan Tahanan Lapas Kerobokan Dipindahkan ke Lapas Madiun Dini Hari Tadi)
Tidak ada yang tahu di mana Amokrane tinggal dan apa pekerjaannya selama tinggal di Bali.
(BREAKING NEWS: Bule Pembuat Onar di Berawa Dikabarkan Ditembak Polisi)
Dalam BAP, alamatnya hanya ditulis Jalan Pantai Berawa karena kerap menampakkan diri di sana.
Sejak kapan dia tinggal di Bali juga tak ada yang tahu.
Namun, polisi di Polsek Kuta Utara mengatakan Amokrane sudah ada di Berawa dari tahun 2013.
"Ya, warga memang sering mengeluhkan bule ini. Suka bikin onar. Saya tak tahu pekerjaannya di sini apa. Dan, sejak kapan dia di sini, saya tak tahu pasti, yang jelas sudah ada sejak 2013," ujar polisi di Polsek Kuta Utara. (*)