Amokrane Sabet Tewas Ditembak di Bali

Ratusan Warga Tak Punya Rasa Takut Saksikan Penembakan Amokrane yang Bringas

Polisi memang tak sempat melakukan sterilisasi karena tak menduga dalam penjemputan paksa tersebut, Amokrane akan berbuat bringas seperti itu.

Penulis: Marianus Seran | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Seperti pada video aksi penyergapan Amokrane Sabet yang beredar di YouTube, terlihat banyak motor dan mobil berada di sekitar TKP, di Jalan Pantai Berawa, Desa Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, Senin (2/5/2016).

(Astaga, Amokrane 20 Kali Ditembak dengan Peluru Karet Tapi Tidak Mempan, Malah Tusuk Polisi)

Polisi memang tak sempat melakukan sterilisasi karena tak menduga dalam penjemputan paksa tersebut, Amokrane akan berbuat bringas seperti itu.

(Amokrane Kebal? Tembakan dan Alat Kejut Listrik pun Tak Mempan, Ini Akhirnya Bikin Tewas)

Tak pelak, drama penembakan itu pun disaksikan langsung ratusan warga.

Tanpa ada rasa takut dan was-was dengan adanya peluru nyasar, warga melihat bahkan mengabadikan momen penembakan di sekitar TKP.


Ratusan warga menyaksikan olah TKP dari perbatasan garis polisi yang membentang di lokasi kejadian di Jalan Pantai Berawa, Badung, Senin (2/5/2016) (Tribun Bali/I Made Ardhiangga)

Kapolda Bali, Irjen Pol Sugeng Priyanto menjelaskan, sebelum penangkapan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Konsulat Jendral Prancis.

Pihaknya, ingin menemui baik-baik pelaku.

Namun pelaku memberi perlawanan.

Jenazah Amok yang dibungkus kantong jenazah berwarna oranye kemudian dibawa ke RSUP Sanglah, Denpasar.

Jenazah Amok masih mengenakan sepasang sepatu dan pada pergelangan kakinya masih terikat dengan rantai besi.

Kedua tangannya pun menurut informasi yang beredar masih diborgol meskipun sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Tim Forensik sudah melakukan pemeriksaan luar atau visum, kemarin.

Namun untuk hasilnya Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr Dudut Rustyadi tidak bisa mempublikasikan ke awak media karena berhubungan dengan penyidikan internal Polda Bali dan Polres Badung.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan luar pukul 17.30 Wita, namun kami tidak bisa mempublikasikan hasilnya. Ini permintaan Polda Bali dan Polres Badung,” imbuhnya di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, kemarin.

Tapi dia mengaku menemukan luka tembak dan luka senjata tajam pada tubuh jenazah.

"Ya ada luka tembak," tandasnya.

Autopsi akan tetap dilakukan oleh pihaknya di RSUP Sanglah dan akan bekerjasama dengan pihak kepolisian Polda Bali dan Polres Badung. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved