TribunBali/
Home »

Bali

Gunung Agung Terkini

Warga Merasa Aman di Pengungsian, Pagi Kembali ke Rumah, Malam Pilih Mengungsi

Pada umumnya mereka tetap khawatir, karena aktivitas Gunung Agung mengalami peningkatan dan berstatus Siaga (Level III).

Warga Merasa Aman di Pengungsian, Pagi Kembali ke Rumah, Malam Pilih Mengungsi
Istimewa
Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, melihat aktivitas Gunung Agung melalui alat Seismometer di Pos Pemantau Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, Selasa (19/9/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA – Ratusan warga lereng Gunung Agung yang mengungsi pada Senin (18/9/2017) malam telah kembali ke rumah mereka pada Selasa (19/9/2017) pagi.

Kendati demikian, pada umumnya mereka tetap khawatir, karena aktivitas  Gunung Agung mengalami peningkatan dan berstatus Siaga (Level III).

Baca: Bertepatan Tilem, Umat Hindu Gelar Upacara Peneduh Jagat, Lewat Medsos Ajak Haturkan Pejati

Baca: Tak Benar Ada Hujan Abu Vulkanik dari Gunung Agung, Ternyata Ada 3 Titik Kebakaran Hutan

Oleh karena, sejumlah warga yang ditemui Tribun Bali, Selasa (19/9/2017), mengatakan akan tetap mengungsi ke tempat yang dianggap aman pada malam hari.

Pada pagi hari, sepanjang kondisi dinyatakan masih belum membahayakan, mereka akan kembali lagi ke rumah mereka di lereng gunung untuk melakukan kegiatan seperti biasa.

Komang Sukadana asal Desa Mengana, Kecamatan Rendang, Karangasem,

Mengatakan bahwa dirinya beserta warga lainnya was-was dengan kondisi  Siaga Gunung Agung. Karena itu, pada Senin (18/9/2017) malam, ratusan warga mengungsi di Lapangan Umum Rendang dan Werdhi Yowana, Kecamatan Rendang.

“Semalam lapangan penuh orang. Banyak pengungsi datang. Jalanan sampai macet. Selasa pagi sekitar pukul 05.00 Wita, warga balik kembali ke rumah masing masing. Namun, kemungkinan nanti malam warga kembali mengungsi ke lapangan dan bale banjar karena merasa lebih aman,” kata Sukadana saat ditemui di Lapangan Umum Rendang kemarin pagi.

Ketika mengungsi Senin malam, tutur Sukadana, ratusan pengungsi terpaksa tidur di bale banjar dan lapangan terbuka, karena belum ada tenda untuk pengungsi, apalagi dapur umum dan toilet.

Halaman
1234
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help