TribunBali/
Home »

Bali

Gunung Agung Terkini

Kegundahan Rimpeg di Pengungsian Gunung Agung, Sapi di Kampung Ditawar Murah, Desanya Jadi Panas

I Nyoman Rimpeg (55) tampak gundah ketika di pengungsian. Ia mengaku khawatir dengan ternak sapinya yang ia tinggal di kampung halaman.

Kegundahan Rimpeg di Pengungsian Gunung Agung, Sapi di Kampung Ditawar Murah, Desanya Jadi Panas
Tribun Bali / I Nyoman Mahayasa
Suasana warga Sebudi ketika berada di Pos pengungsian Lapangan Swecapura, Gelgel, Klungkung, Kamis (21/9/2017) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Sekitar 200 warga Desa Sebudi, Kecamatan Selat, kembali tiba di Pos Pengungsian Lapangan Gelgel Klungkung, Bali,Kamis (21/9/2017).

Baca: Ni Kadek Piri Rasakan Desa Sebudi Lebih Panas, Gempa Setiap Malam dengan Karakter Seperti Ini

Baca: Magma Gunung Agung Terus Bergeser, Terjadi Reruntuhan Batu Jarak 5 Km di Bawah Permukaan Bumi

Mereka  dijemput oleh mobil Satpol PP dan kodim Klungkung setelah sebelumnya sempat tertahan mengungsi di SDN 2 Pesaban, Rendang, Karangasem.

Baca: Cerita Dong Nawa Yang Trauma Dengan Ledakan Gunung Agung Tahun 1963

Baca: Puluhan Pengungsi Gunung Agung Tiba di Lapangan Gelgel ‘Gempa Sudah Terus Terasa di Desa Kami’

Salah seorang pengungsi, I Nyoman Rimpeg (55) tampak gundah ketika di pengungsian.

Ia mengaku khawatir dengan ternak sapinya yang ia tinggal di kampung halaman.

Suasana warga Sebudi ketika berada di Pos pengungsian Lapangan Swecapura, Gelgel, Klungkung, Bali, Kamis (21/9/2017)
Suasana warga Sebudi ketika berada di Pos pengungsian Lapangan Swecapura, Gelgel, Klungkung, Bali, Kamis (21/9/2017) (Tribun Bali / I Nyoman Mahayasa)

Ia mengaku belum sempat menjual ternaknya, karena ditawar sangat murah oleh pengepul.

"Tetangga saya ternak sapinya dijual murah untuk mengungsi. Biasanya sapi harganya Rp.12 juta per ekor malah ada yang dibeli hanya Rp.5 Juta per ekor. Jadi lebih baik sapi peliharaan saya, saya titipkan ke kerabat yang belum mengungsi," Jelas Nyoman Rimpeg

Ia mengaku mengungsi karena merasa sangat khawatir.

klungkung
klungkung (Tribun Bali / Eka Mita Suputra)

Selain sudah tercium bau belerang, ia mengungkapkan jika saat ini dirinya merasa sering merasakan gempa.

I Nyoman Rimpeg mengungsi dengan seluruh anggota keluarganya yang berjumlah 7 orang.

Suasana warga Sebudi ketika berada di Pos pengungsian Lapangan Swecapura, Gelgel, Klungkung, Bali, Kamis (21/9/2017)
Suasana warga Sebudi ketika berada di Pos pengungsian Lapangan Swecapura, Gelgel, Klungkung, Bali, Kamis (21/9/2017) (Tribun Bali / I Nyoman Mahayasa)

Selain itu, di Desa Sebudi juga sudah terasa sangat panas.

"Hampir setiap malam terasa gempa. Selain itu juga terasa panas. Panasnya beda dengan biasanya. Karena khawatir, kami lebih baik mengungsi sesuai arahan pemerintah," Jelas Nyoman Rimpeg yang kediamannya berjarak sekitar 3 Km dari kawah gunung Agung. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help