TribunBali/
Home »

Bali

Gunung Agung Terkini

Ini Penyebab Jeda Erupsi Gunung Agung Cukup Lama, Diprediksi Berhubungan dengan Gunung Batur

Peningkatan aktivitias ini terjadi setelah Gunung Agung tertidur dalam waktu lebih dari setengah abad

Ini Penyebab Jeda Erupsi Gunung Agung Cukup Lama, Diprediksi Berhubungan dengan Gunung Batur
Tribun Bali/Rizal Fanany/Dwi S
Gunung Agung terlihat di Pos Pengamatan Gunungapi Agung,Desa Rendang,Kabupaten Karangasem,Minggu (24/9/2017) (kanan). 

TRIBUN-BALI.COM- Gunung Agung di Karangasem, Bali telah ditetapkan berada dalam status “awas” karena peningkatan aktivitas.

Warga di sektor barat daya, selatan, tenggara, timur laut, dan utara seluas 12 Km telah diungsikan untuk menghindari korban jiwa.

Baca: Gempa Terbesar Sejak Status Awas Sambut Presiden Jokowi, Asap yang Menyembul Lebih Tebal

Peningkatan aktivitias ini terjadi setelah Gunung Agung tertidur dalam waktu lebih dari setengah abad.

Baca: Perhatian, Ini Kondisi Terkini Gunung Agung, Trendnya Berbeda dari Hari Sebelumnya

Erupsi terakhirnya terjadi pada 18 Februari 1963 dan berakhir hingga 27 Januari 1964.

Korban jiwa mencapai 1.148 orang dan 296 orang mengalami luka-luka.

Baca: Kondisi Terkini, Gempa 4,2 SR, Pusat Barat Laut Karangasem, Terasa Hingga Gianyar

Bila dibandingkan dengan gunung seperti Merapi, jeda erupsi gunung Agung cukup lama. Apa sebabnya?

Pakar vulkanologi Surono mengatakan, lamanya erupsi dipengaruhi oleh pengisian kantung magma.

Halaman
123
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help