Mayat Ida Bagus Sudana Ditemukan Dalam Kondisi Penuh Lalat, Kondisi Jasad Setengah Telanjang

Mayat korban ditemukan pertama kali oleh iparnya I Ketut Londen (57) sekitar pukul 16.00 WITA

Mayat Ida Bagus Sudana Ditemukan Dalam Kondisi Penuh Lalat, Kondisi Jasad Setengah Telanjang
Istimewa
mayat Ida Bagus Made Dadung Sudana (66) saat ditemukan di TKP. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Penemuan mayat atas nama Ida Bagus Made Dadung Sudana (66), seorang warga di Banjar Kepuh, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo gegerkan ratusan warga setempat, Selasa (6/2/2018).

Mayat korban ditemukan pertama kali oleh iparnya I Ketut Londen (57) sekitar pukul 16.00 WITA.

Saat itu, Londen tengah mencari bunga teratai di sekitar rumah korban dan mencium bau menyegat dari arah dalam rumah korban.

Baca: Heboh, Mayat Ida Bagus Made Sudana Ditemukan Membusuk di Kamar Mandi

Setelah dicek ke sekitar rumah, bau tersebut berasal dari kamar mandi korban.

Didapati korban telah meninggal dunia di dalam bath tub dengan kondisi terlentang dan tubuh yang sudah dikerumuni lalat.

Korban juga ditemukan dalam kondisi setengah telanjang.

"Dari jendela sudah ada banyak lalat, baru dicek ke dalam ternyata korban sudah meninggal di kamar mandi. Selama ini korban tinggal sendirian, anak-anaknya di luar kota," ungkap Londen ketika ditemui di TKP.

Kapolsek Mendoyo, Kompol Gusti Agung Sukasana mengatakan pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian korban lantaran harus dilangsungkan pemeriksaan medis di RSUD Negara terlebih dahulu.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, kata dia, diduga korban ini meninggal lantaran menderita penyakit Diabetes serta darah tinggi dan beberapa kali sempat jatuh pingsan.

"Berdasarkan pemeriksaan sementara dari tim Medis tadi, diduga korban ini sudah meninggal dua hari yang lalu. Kami belum bisa memastikan penyebab kematiannya, sementara jenazah korban dititipkan ke RSUD Negara untuk pemeriksaan lebih lanjut," tandas Sukasana. (*)

Penulis: I Gede Jaka Santhosa
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help