Wajib Tahu Hasilnya, Ini 4 Zat Berbahaya yang Dicurigai BPOM Ada di Jajanan Stan PKB Art Center

"Yang diuji adalah makanan yang kita curigai saja. Kalau jaje klepon warna hijau, kita sudah tahu pembuatannya pakai pewarna alami".

Wajib Tahu Hasilnya, Ini 4 Zat Berbahaya yang Dicurigai BPOM Ada di Jajanan Stan PKB Art Center
tribun bali/i putu supartika
UJI SAMPEL - Dua petugas BPOM Bali memeriksa satu di antara 16 sampel makanan yang diuji lantaran dicurigai mengandung bahan berbahaya tak jauh dari stan kuliner Pesta Kesenian Bali (PKB) di Art Center, Denpasar, Bali pada Rabu (4/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setidaknya ada empat zat berbahaya yang dicurigai BPOM Bali ada pada jajanan yang disajikan di stan-stan kuliner Pesta Kesenian Bali (PKB) di Art Center, Denpasar, Bali.

Keempat zat yang dicurigai itu di antaranya Rhodamin B, Metanil Yellow, formalin, dan boraks.

Balai Besar POM di Denpasar, Rabu (4/7/2018) mengadakan uji sampel makanan di stan kuliner PKB.

Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya empat kandungan bahan berbahaya dalam makanan yang dijual di stan tersebut.

DILARANG!
-Rhodamin B adalah salah satu bahan pewarna sintesis makanan yang dilarang penggunaannya di Indonesia utamanya sejak 1985 melalui Peraturan Menteri Kesehatan. WHO secara resmi juga telah mengumumkan bahwa zat tersebut berbahaya karena kandungan logam berat dan sifat kimiawinya

-Methanil yellow merupakan bahan pewarna sintetik berbentuk serbuk, berwarna kuning kecoklatan, bersifat larut dalam air dan alkohol. Pewarna ini umumnya digunakan sebagai pewarna pada tekstil, kertas, tinta, plastik, kulit, dan cat. Namun tidak sedikit produsen di Indonesia menyalahgunakan zat ini untuk mewarnai berbagai jenis pangan antara lain kerupuk, mi, tahu, dan pangan jajanan yang berwarna kuning seperti gorengan.

-Formalin merupakan larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menusuk. Di dalam formalin terkandung sekitar 37 persen formaldehid dalam air. Biasanya ditambahkan metanol hingga 15 persen sebagai pengawet. Sehingga formalin dilarang untuk digunakan sebagai pengawet makanan.

-Boraks merupakan senyawa yang bisa memperbaiki tekstur makanan sehingga menghasilkan rupa yang bagus, misalnya bakso dan kerupuk. Bakso yang menggunakan boraks memiliki kekenyalan khas yang berbeda dari kekenyalan bakso yang menggunakan banyak daging. Bakso yang mengandung boraks sangat renyah dan disukai dan tahan lama sedang kerupuk yang mengandung boraks kalau digoreng akan mengembang dan empuk, teksturnya bagus dan renyah.

Baca: Aman Tidak Jajanan di PKB? Ini Hasil Uji Sampel 16 Makanan yang Dicurigai BPOM

Baca: Pewarna Tekstil pada Makanan Beredar di 8 Pasar, BBPOM Lakukan Uji Kandungan

Kepala Balai Besar POM di Denpasar, IGA Adhi Aryapatmi mengatakan ada 16 sampel makanan yang diuji lantaran dicurigai mengandung bahan berbahaya tersebut.

"Kita uji 16 sampel makanan, yaitu ada bakso, krupuk, pop corn, sate ikan, terasi, jaje Bali," kata Aryapatmi.

Dari hasil pengujian tersebut, tidak ditemukan bahan berbahaya dalam makanan yang dijual di stan kuliner PKB.

"Yang diuji adalah makanan yang kita curigai saja. Kalau jaje klepon warna hijau, kita sudah tahu pembuatannya pakai pewarna alami. Kalau semua diuji waktu kurang cukup," imbuhnya.

Selanjutnya, pihaknya juga akan melaksanakan pengujian lanjutan di stan kuliner PKB ini, namun waktunya dirahasiakan.

Untuk di Bali sendiri, selama pihaknya melakukan pengujian, kebanyakan zat berbahaya yang ditemukan yaitu rhodamin B. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved