Molor, Pembuatan Patung Soekarno di Sukasada Buleleng Baru 30 Persen

Patung Bung Karno nyatanya belum juga berdiri di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno yang terletak di Kecamatan Sukasada, Buleleng

Molor, Pembuatan Patung Soekarno di Sukasada Buleleng Baru 30 Persen
Tribun Bali/Ratu Ayu
Kondisi RTH Bung Karno di Kecamatan Sukasada Buleleng. Di RTH ini rencananya akan dibangun patung sang proklamator setinggi 17 meter dari logam. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Tahun telah berganti, patung Sang Proklamator Bangsa Indonesia, Soekarno atau Bung Karno nyatanya belum juga berdiri di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno yang terletak di Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Kepala Dinas Perkimta, Nyoman Surattini mengatakan, keterlambatan ini terjadi lantaran pihak rekanan mengalami kendala dari segi finansial. Sehingga bahan baku pembuatan patung tak kunjung diberikan kepada sang seniman.

"Kalau memang ada kendala harusnya komunikasikan kepada kami. Namun pihak rekanan ini agak tertutup," ungkapnya, Jumat (18/1/2019).

Proyek tahap tiga yang dikerjakan oleh rekanan PT. Chandra Dwipa dengan nilai kontrak Rp 5.49 Miliar ini semestinya rampung pada 21 Desember 2018.

Karena terlambat, Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pertanahan (Perkimta) Buleleng bersama Tim Pengawal, Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Buleleng pun melakukan sidak di lokasi pembuatan patung di Yogyakarta pada Kamis kemarin.

Dari sidak itu, Dinas Perkimta terperangah. Sebab progres pembuatan patung baru mencapai 30 persen.

Pihak rekanan beserta sang seniman diberikan peringatan, agar pengerjaan patung selesai paling lambat hingga 9 Februari 2019 mendatang.

"Kami menggelar sidak agar tahu sejauh apa sih perkembangannya. Ternyata baru 30 persen, atau baru bagian kakinya saja yang sudah dilapisi logam," ujarnya.

Bila tak kunjung selesai, maka PT Candra Dwipa akan diblacklist. Akibat keterlambatan ini,  pihak rekanan juga telah dikenakan denda sebesar 0.1 persen dari total nilai kontrak, atau  sebesar Rp 5.4 juta per harinya.

Surattini pun berharap, pihak rekanan dapat menyelesaikan pekerjaanya hingga 9 Februari mendatang. Sebab kata Surattini, patung Bung Karno dengan tinggi sekitar 17 meter ini akan dijadikan icon Buleleng. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved