Sambangi Desa Hingga Bedeng Galian C, Polisi Selidiki Orangtua Pembuang Bayi Laki-laki di Kusamba

Jajaran Polsek Dawan masih berupaya melakukan penyelidikan untuk mencari tahu orangtua bayi yang ditemukan dibuang

Sambangi Desa Hingga Bedeng Galian C, Polisi Selidiki Orangtua Pembuang Bayi Laki-laki di Kusamba
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Bayi laki-laki yang ditemukan warga di Bypass Kusamba, Klungkung, Senin (4/1/2019) ketika mendapat perawatan di Puskesmas Dawan II. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Jajaran Polsek Dawan masih berupaya melakukan penyelidikan untuk mencari tahu orangtua bayi yang ditemukan dibuang di pinggiran jalan ByPass Prof Ida Bagus Mantra, Kusamba, Klungkung, Senin (4/2).

Kepolisian sudah mengecek keberadaan ibu hamil yang baru melahirkan di masing masing desa, dan menyasar bedeng-bedeng di kawasan eks Galian C, Selasa (5/2).

"Penyelidikan masih berlangsung. Kami selain memberikan informasi ke forum perbekel untuk mengecek warganya yang hamil, juga mengecek kos-kosan hingga praktek bidan untuk mengetahui keberadaan orangtua bayi itu," jelas AKP Kadek Suadnyana saat dikonfirmasi, Selasa kemarin.

Baca: Kronologi Bayi Dibuang di Pinggir Bypass Kusamba Hingga Dirubung Semut, Kini Kondisinya Sehat

Pihak kepolisian pun sempat mencurigai seorang anak keterbelakangan mental di Dawan sebagai orangtua si bayi. Namun setelah dicek, ternyata anak keterbelakangan mental tersebut sudah melahirkan enam hari lalu.

"Anak yang dilahirkan perempuan, bukan bayi laki-laki yang ditemukan warga di Jalan ByPass Kusamba," jelasnya.

Sementara selama proses penyelidkan berlangsung, bayi itu untuk sementara dititip di RSUD Klungkung.

Pihak kepolisian pun telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, agar bayi tersebut dipelihara negara sampai ada orang yang mengadopsi.

“Mengadopsi tidak gampang. Perlu pengesahan dari pengadilan juga. Tapi sebelum ada perkembangan atau yang adopsi, kami berharap bayi tersebut dipelihara negara,” harapnya.

Sementara Kabid Rehabilitasi dan Perlindungan Jaminan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung Wellem Supriyono mengungkapkan, pihaknya belum bisa mempertanggungjawabkan bayi itu karena harus ada surat keterangan yang menyatakan telantar terhadap kondisi bayi.

"Nanti itu harus ada surat keterangan yang menyatakan telantar, barulah nanti dinas sosial bisa bertanggungjawab untuk biaya perawatan bayi itu di rumah sakit,” jelas Wilem.

Ia juga menyebutkan, saat ini masyarakat sudah sangat banyak yang berniat untuk mengadopai bayi itu.

Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum memgadopsi bayi itu, termasuk menunggu proses penyelidikan di kepolisian

“Intinya, kami masih menunggu proses di kepolisian dulu. Jangan sampai kami salah nanti ambil keputusan,” jelas Wilem.

Sementara saat ini bayi laki-laki tersebut masih dirawat di ruang NICU/PICU RSUD Klungkung. Bayi itu mengalami proses infeksi, dengan gejala suhu badan yang naik.

"Penanganan sudah diberikan. Namun masih  menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut, untuk lebih mendetail pengobatan yang mami diberikan,” ujar dokter jaga di ruang PICU RSUD Klungkung, dr Sri Putri Pratimi. (*) 

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved