Internet Tetap Padam saat Nyepi, Majelis Lintas Agama Tandatangani Seruan Bersama

Seruan ini akan digunakan sebagai pedoman untuk melaksanakan ketertiban dan keamanan dalam perayaan Hari Raya Nyepi

Internet Tetap Padam saat Nyepi, Majelis Lintas Agama Tandatangani Seruan Bersama
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
SERUAN NYEPI - Ketua PHDI Bali, I Gusti Sudiana bersama Kepala Kanwil Kemenag Bali, I Nyoman Lastra saat rapat bersama majelis agama dan keagamaan terkait seruan perayaan hari Nyepi, di kantor Kemenag Kabupaten Badung, Kamis (7/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Untuk menjaga kekhusyukan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1941, majelis lintas agama dan keagamaan di Provinsi Bali mengeluarkan seruan bersama.

Seruan ini akan digunakan sebagai pedoman untuk melaksanakan ketertiban dan keamanan dalam perayaan Hari Raya Nyepi.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, I Nyoman Lastra usai rapat di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Badung, Kamis (7/2/2019), mengatakan, seruan itu merupakan hasil kesepakatan bersama para majelis agama dan keagamaan.

Baca: Rp 675 Miliar untuk Desa, Dana Desa Pelaga Terbesar, Kuwum Terkecil

Baca: Pemilik 1.000 Pil Koplo Pasrah Divonis 5 Tahun dan 4 Bulan Penjara

Seruan ini ditandatangani langsung oleh pimpinan majelis, seperti Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Majelis Utama Desa Pekraman (MUDP) Bali, Forum Komunikasi Antar-Umat Beragama (FKAUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali, Musyawarah Pelayanan Antar Gereja (MPAG) Bali, Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Bali, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Bali dan Keuskupan Denpasar.

Dalam seruan bersama tersebut, ada sembilan poin yang disepakati.

Diantaranya lembaga penyiar radio dan televisi tidak bersiaran, 7 Maret 2019 pukul 06.00 Wita sampai 8 Maret 2019 pukul 06.00 Wita.

Baca: Hendak Memberi Makan, Perempuan Paruh Baya Ini Malah Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Baca: Hotel Vila Lumbung Bali jadi Tujuan Berlibur Orang Terkaya di Indonesia

Selain itu, provider penyediaan jasa seluler diharapkan mematikan data seluler (Internet).

“Ini tetap kita laksanakan untuk menjaga keamanan saat Nyepi. Seruan ini harus diketahui oleh masyarakat hingga ke bawah, agar tidak terjadi konflik antarumat beragama,” jelasnya.

Penyedia jasa transportasi darat, laut dan udara tidak boleh beroperasi selama Nyepi.

Masyarakat tidak diperkenakan menyalakan petasan atau mercon, pengeras suara dan sejenisnya yang sifatya mengganggu.

Halaman
12
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved