Material Longsor Timbun Sungai Celagi, 53 Hektare Subak Penasan Terancam Kekeringan

Para petani di Subak Penasan membersihkan material longsor yang menimbun aliran Sungai Celagi

Material Longsor Timbun Sungai Celagi, 53 Hektare Subak Penasan Terancam Kekeringan
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
BERSIH-BERSIH - Para petani di Subak Penasan melakukan pembersihan material longsor yang menimbun aliran sungai Celagi, di perumahan Penasan, Kamis (7/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Para petani di Subak Penasan membersihkan material longsor yang menimbun aliran Sungai Celagi di Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Kamis (7/2/2019).

Proses pembersihan melibatkan 300 krama subak dengan menggunakan alat seadanya.

Beratnya medan dan tebalnya material longsor yang terdiri dari tanah dan batu-batu besar, menyebabkan proses pembersihan berjalan lambat.

Baca: Polisi Tembak Kaca Depan Mobil Komplotan WN Bulgaria di Bali, Ini Penyebabnya

Baca: Hasil Survei: Polda Bali Raih Nilai Tertinggi Tingkat Kepercayaan Masyarakat

Petugas pemadam kebakaran pun diterjunkan untuk melakukan penyemprotan dengan tekanan air yang keras.

Setelah berjuang selama sekitar satu jam, petugas damkar yang membawa tiga unit mobil pemadam ternyata tidak mampu membersihan material untuk menemukan lorong air yang tersumbat tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Nyoman Susanta mengatakan, tebalnya material menyebabkan beratnya proses pembersihan saluran tersebut.

Baca: Peduli pada Lingkungan Itu Yadnya

Baca: Koster Cari Waktu Tepat Tutup Taksi Online, Siapkan Sistem Aplikasi Online Lokal

Pihaknya bahkan menerjunkan ekskavator.

Namun, karena medan yang sangat terjal serta tanah yang sangat labil, menyebabkan alat tidak dapat bekerja maksimal.

Klian Subak Penasan, Komang Arthana menjelaskan, dari luasan itu, areal persawahan yang mulai menanam padi sekitar 53 hektare.

Baca: Misterius, Mobil Terlacak GPS Jatuh ke Jurang, Kadek Rifki Sudah 13 Hari Belum Ditemukan

Baca: Kejaksaan dan KPK Lacak Aset Alay di Bali, Tim Eksekutor Kejati Lampung Jemput Buron Kelas Kakap

Kalau tidak kunjung diatasi, areal sawah petani tidak mendapat saluran irigasi sehingga petani terancam gagal panen.

"Jika padi ini tidak dapat aliran air irigasi, tentu pengaruh ke volume produksinya. Tapi jika kondisinya lama dibiarkan seperti ini, bisa-bisa petani terancam gagal panen," jelas Artana.

Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta yang berada di lokasi lantas meminta Dinas PU untuk kembali menerjunkan alat berat berupa loader atau ekskavator melalui jalur selatan dengan melewati jalur sungai yang sedang kering.

Baca: 23 Tahun Transformasi Jeremy Teti, dari Pembaca Berita hingga Presenter Acara Gosip

Baca: Bakal Cepat Basi dan Rusak, 5 Makanan Ini Pantang Dimasukkan Lagi ke Freezer Setelah Dikeluarkan

“Jika melakukan pembersihan dengan cara manual seperti ini, maka akan memakan waktu sangat lama, kasihan mereka para petani Subak Penasan yang sawahnya mengalami kekeringan. Tapi tadi saya sudah perintahkan kembali untuk terjunkan alat berat namun melewati aliran sungai ini, sehingga alat berat tersebut berada di posisi yang aman dan nantinya dapat bekerja dengan maksimal,” ujar Kasta.

Longsor terjadi Senin (21/1/2019) lalu, dan menyebabkan aliran Sungai Calagi tertimbun material.

Akibatnya, lahan Subak Penasan seluas 154 hektare tidak mendapatkan aliaran air sejak 18 hari lalu. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved