Siapkan Tim Bayangan Hadapi Pra PON 2019, Pengprov PASI Bali Gelar Seleksi

Ratusan atlet atletik mengikuti seleksi Pengprov PASI Bali untuk Pra PON 2019

Siapkan Tim Bayangan Hadapi Pra PON 2019, Pengprov PASI Bali Gelar Seleksi
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
Para atlet atletik sedang melakukan seleksi di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Minggu (17/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pengprov PASI Bali mengadakan seleksi untuk Pra PON 2019.

GOR Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Minggu (17/2/2019) kemarin, tampak ramai oleh para atlet atletik dari 9 kabupaten/kota di Bali.

Kurang lebih 100 atlet atletik terlihat fokus dan serius mengikuti seleksi yang diadakan oleh Pengprov PASI Bali.

Ketua Harian Pengprov PASI Bali, Wayan Mudana mengatakan bahwa seleksi tersebut bertujuan mencari atlet atletik terbaik untuk masuk ke tim bayangan atletik Bali, yang akan dipersiapkan menghadapi Pra PON 2019 cabang olahraga atletik seperti Jatim Open 2019 yang rencananya berlangsung tanggal 28-30 Maret 2019.

Baca: 5 Gejala Leukimia yang Sering Diabaikan, Memar Spontan hingga Ruam Kulit

Baca: Soal Dugaan Pelanggaran Kampanye Koster, Begini Respon Bawaslu Bali

“Sekarang ini kan untuk menentukan tim bayangan mengikuti Pra PON, kalau pun tidak lolos sekarang kemungkinan akan kami evaluasi lagi di kejuaraan lain, ada POMNAS, Kejurnas. Kami akan pantau terus bagaimana prestasi, disiplin atlet, dan lain sebagainya,” ucapnya.

Seleksi tersebut tidak memakai semua nomor yang ada di cabang olahraga atletik, namun hanya memakai 12 nomor di putra maupun putri yaitu lari 100 meter, 200 meter, 400 meter, 800 meter, 1500 meter, 5000 meter, lompat jauh, lompat jangkit, lempar lembing, lompat tinggi, lempar cakram, tolak peluru.

Mudana mengatakan dua belas nomor tersebut merupakan nomor-nomor andalan Bali di cabang olahraga atletik.

Baca: Mengalami Laron Syndrome, Pria 23 Tahun Ini Hanya Berbobot 5 Kilogram & Seperti Balita

Baca: Viral, Bayi Ini Dinamai Joko Widodo Maruf, sang Ayah Ungkap Alasannya Hingga Dapat Kado Misterius

Para atlet atletik dinyatakan lolos seleksi bila dapat mencapai limit dan mendekati limit yang telah ditentukan.

“Satu, atlet yang lolos dalam seleksi ini adalah atlet yang memenuhi limit, dan yang kedua diberikan bagi atlet yang bisa mencapai prestasi mendekati dari limit yang telah ditentukan, misalnya di nomor lapangan, karena antara nomor lapangan dan lintasan ini sangat beda, kalau lintasan ini berpacu ke waktu memang berat untuk menyentuh limit itu, tapi kalau lapangan misalnya melempar, untuk mencapai berubah ke satu meter atau mencapai ke satu meter itu lebih mudah lah, yang penting intensif untuk latihannya,” ujarnya.

Ia juga berkata limit yang dipakai dalam seleksi ini masih dibawan limit PON.

Baca: Viral Bocah 9 Tahun Antar Ibunya yang Sakit Ginjal Stadium Akhir ke Rumah Sakit Seorang Diri

Baca: Demi Jadi Barbie Hidup, Perempuan Ini Habiskan Uang Rp 2,4 Miliar untuk Operasi

“Masih dibawah limit PON, jujur kami katakan, kalau mengacu pada limit PON itu sangat berat juga, mungkin tidak ada yang lolos, mungkin yang lolos atlet-atlet yang sudah kami punya, ada Maria Londa, Dewa, Agung, sehingga kami turunkan limitnya tetapi tidak berbeda jauh dari limit PON,“ ujarnya.

Setelah tim bayangan terbentuk, para atlet yang masuk dalam tim bayangan akan dipantau perkembangannya.

Kemungkinan tim definitif akan terbentuk dua minggu setelah seleksi tersebut.(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved