Epilepsi Kumat Saat Melukat, Aipda Putu Budiarta Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai Penimbangan

Seorang anggota kepolisian Polres Buleleng, Aipda Putu Budiarta (40) ditemukan dalam keadaan tak bernyawa

Epilepsi Kumat Saat Melukat, Aipda Putu Budiarta Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai Penimbangan
Ist. dok
Korban Aipda Putu Budiarta semasa hidup 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Seorang anggota kepolisian Polres Buleleng, Aipda Putu Budiarta (40) ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di perairan Pantai Penimbangan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Selasa (19/2) malam.

Menurut informasi di lapangan, penyakit epilepsi pria asal Desa Kayuputih, Desa Banjar ini tiba-tiba kumat, saat dirinya tengah melakukan kegiatan melukat.

Baca: Bobol Warung Lalu Bawa Kabur Motor Sport, Tu Bagus Nanda Dibekuk di Banyuwangi

Apesnya, saat penyakit itu kumat, tak ada satu orang pun yang tahu.

Hingga akhirnya sang istri yang diketahui bernama Komang Dian Sri Adi (33) merasa curiga, sebab korban tak kunjung pulang ke rumah.

Dian pun mencoba meminta bantuan kepada Kasi Propam Polres Buleleng untuk melakukan pencarian disekitar Pantai Penimbangan.

Terang saja, saat dilakukan pencarian, Aipda Budiarta ditemukan sudah dalam keadaan tertelungkup di dalam air, yang jaraknya sekitar 15 meter dari bibir pantai.

Nelayan sekitar sempat memberikan pertolongan pertama, namun malang nyawa Aipda Budiarta tak dapat diselamatkan.

Baca: Kisah Ajik Krisna Rintis Usahanya, Pernah Jadi Tukang Cuci Mobil Hingga Kolektor Mobil Mewah Ini

Jenazahnya pun dibawa ke RSU Paramasidhi untuk menjalani visum.

"Katanya dia (korban,red) melukat sendirian. Sempat pamit ke istrinya, tapi tidak diizinkan karena punya riwayat sakir epilepsi. Setelah istrinya keluar untuk menjemput anak, yang bersangkutan tetap nekat melukat di Pantai Penimbangan," ujar Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya dikonfirmasi Rabu (20/2). 

Baca: Royal Wedding Putra Ajik Krisna, Dihadiri Putra Jokowi Hingga Dekorasi Bak Singgasana Kerajaan Bali

Kini, imbuh Iptu Sumarjaya, jenazah korban telah disemayamkan di rumah duka, di desa Kayuputih.

Bila tidak halangan, jenazahnya akan diupacarai menurut ajaran Hindu pada Kamis (21/2).

"Korban sebelumnya bertugas di bagian Sumberdaya Kepolisian Polres Buleleng.

Namun karena memiliki riwayat epilepsi, kemudian diarahkan ke Urkes dalam rangka berobat," tutup Iptu Sumarjaya. (*) 

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved