PNS Enggan Titipkan Anak di TPA

Murahnya biaya penitipan, ternyata tidak serta merta membuat sejumlah pegawai kantoran di lingkungan Kota Bangli mau menitipkan anak mereka di TPA

PNS Enggan Titipkan Anak di TPA
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
TPA - Kondisi TPA Gita Kumara Santi di Jalan Brigjen I Gusti Ngurah Rai Kamis (28/2/2019). 

TRIBUN-BALI.CON, BANGLI - Murahnya biaya penitipan anak, ternyata tidak serta merta membuat sejumlah pegawai kantoran di lingkungan Pemkab Bangli mau menitipkan anak mereka di Tempat Penitipan Anak (TPA).

Beberapa bahkan ada yang membawa anaknya sepulang sekolah ke kantor tempatnya bekerja.

Lokasi TPA yang terletak di Jalan Brigjen I Gusti Ngurah Rai atau tepatnya di depan patung adipura Bangli ini terbilang cukup strategis.

Demikian pula dengan ongkos penitipan yang tergolong murah, yakni Rp 10 ribu per hari.

Namun demikian, jumlah anak-anak yang dititipkan tidak pernah lebih dari 15 orang.

Baca: Raih 15 Medali, SMAN 2 Semarapura Juara Umum OSK

Baca: Terkuak Alasan Pengusaha Ini Bayar Rp 80 Juta Untuk Booking Vanessa Angel, Ini Gambaran Sosoknya

“Anak-anak yang dititipkan jumlahnya tidak menentu. Terkadang empat, enam, paling banyak 10 anak. Tergantung dari kesibukan orang tua masing-masing,” ujar salah satu pengelola TPA Gita Kumara Santi, Anak Agung Anom Wijayanti saat ditemui Kamis (28/2/2019).

Dikatakan Wijayanti, jumlah yang baru disebutkannya itu sejatinya telah mengalami penyusutan, pasca lokasi TPA dipindah dua tahun lalu.

Katanya, dulu saat didirikan pada tahun 2011 dan berlokasi di komplek rumah dinas pegawai (belakang rumah jabatan bupati), jumlah anak yang dititipkan mencapai belasan anak.

“Bangunan di sana sudah tergolong rapuh. Takut anak-anak di sana. Akhirnya pada tahun 2017 pindah ke sini. Sebenarnya ini rumah dinas kepala dinas PU,” ucapnya.

Baca: Perpanjang Kerja Sama dengan Disnaker, BPJS Kesehatan Denpasar Lakukan Audiensi

Baca: Di Balik Rasa Pedasnya, Ternyata Ini Manfaat Sambal Bagi Tubuh, Turunkan Berat Badan & Cegah Kanker

Minimnya minat orang tua yang menggunakan jasa penitipan, menurut Wijayanti lantaran belum banyak orang tua yang mengetahui bahwa lokasi TPA sudah pindah.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved