BPJS Kesehatan Denpasar

Perpanjang Kerja Sama dengan Disnaker, BPJS Kesehatan Denpasar Lakukan Audiensi

BPJS Kesehatan Denpasar kembali melaksanakan Perjanjian Kerja Sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar

Perpanjang Kerja Sama dengan Disnaker, BPJS Kesehatan Denpasar Lakukan Audiensi
BPJS Kesehatan Denpasar
BPJS Denpasar perpanjang kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - BPJS Kesehatan Cabang Denpasar dengan stakeholder adalah dua hal yang tidak dapat terpisahkan.

Salah satu upaya BPJS Kesehatan Denpasar untuk meningkatkan pemahaman badan usaha akan pentingnya jaminan kesehatan bagi pekerja adalah dengan kembali dilaksanakannya Perjanjian Kerja Sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar.

Baca: Respon Tuduhan Terima Mobil dari ex-Calon Bupati PDIP, Mahfud: 15 Menit Lagi Kakek Lihat TV Ya

Baca: Melalui Penerawangan, Beby Djenar Sebut Syahrini & Reino Barack Bakal Dihantam Orang Ketiga

Sebagai awal dari perpanjangan perjanjian kerja sama ini, telah dilakukan audiensi di Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar, Kamis (28/2/2019)

BPJS Kesehatan Denpasar bersinergi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar ini memiliki tujuan utama yaitu menyejahterakan hak setiap pekerja dalam bidang kesehatan, yang dalam hal ini adalah Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Baca: Damai & Hening, Rasakan Uniknya Nyepi di The ONE Legian Bali

Baca: Kontroversi Supersemar Yang Membuat Soekarno Disebut Merasa Dikibuli Soeharto

“Nantinya saya harap dengan adanya kerja sama ini, kita bisa melaksanakan sosialisasi bersama antara BPJS Kesehatan Denpasar dan Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar kepada badan usaha yang belum melakukan registrasi dan belum menjadi peserta JKN-KIS,” ungkap Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kota Denpasar, Ni Luh Putu Ratna Lati Kammanta.

Ratna juga menambahkan, Jaminan kesehatan ini adalah salah satu hal pokok yang wajib dimiliki oleh semua pekerja, karena kita tidah pernah tahu kapan sakit akan datang.

Baca: TRIBUN WIKI - 7 Makanan Khas yang Selalu Dijumpai saat Nyepi

Baca: Koster Siapkan Pergub Pengelolaan Sampah dari Hulu sampai Hilir, Solusi Masalah Penumpukan Sampah

Maka dari itu, Ratna berharap semua badan usaha wilayah Kota Denpasar yang belum registrasi akan segera mendaftarkan karyawannnya.

“Masih banyaknya badan usaha yang belum registrasi JKN-KIS ini adalah PR besar kita bersama, diharapkan dengan dukungan dari Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar, dan rencana sosialisasi bersama kepada badan usaha yang belum registrasi ini akan membuahkan hasil yang maksimal,” cetus Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, Ni Putu Nina Nuryati.

Baca: Bicara Opsi Kans Juara Bali United di Piala Presiden 2019, Begini Komentar Irfan Bachdim

Baca: Satpol PP Tertibkan Spanduk, Baliho dan APK Jelang Ritual Melasti Upacara Panca Wali Krama

Nina juga berharap dengan adanya kerja sama ini akan dapat menambah jumlah kepesertaan JKN-KIS, yang dalam hal ini pada segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) untuk dapat mewujudkan terjaminnya kesehatan bagi semua pekerja dan keluarganya.

“Semoga segera dapat kita realisasikan jaminan kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia, khususnya para pekerja di wilayah kerja Kota Denpasar ini,” tutup Ratna pada kegiatan tersebut. (*)

Editor: Irma Budiarti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved