Koster Siapkan Pergub Pengelolaan Sampah dari Hulu sampai Hilir, Solusi Masalah Penumpukan Sampah

Gubernur Bali, Wayan Koster mengaku bahwa dirinya kini sedang menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir

Koster Siapkan Pergub Pengelolaan Sampah dari Hulu sampai Hilir, Solusi Masalah Penumpukan Sampah
Tribun Bali
Sapi-sapi yang berada di TPA Suwung, Denpasar, Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster mengaku bahwa dirinya kini sedang menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir.

Pengakuan tersebut ia sampaikan pada saat membuka acara Dialog Publik ‘Bali Darurat Sampah Plastik, Apa Solusinya?’ di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (28/2/2019).

Dialog publik ini diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Provinsi Perhimpunan Pemuda Hindu (DPP Peradah) Indonesia Bali bersama Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PD KMHDI) Bali.

Baca: 3 Orang di Pasar Nyanggelan Panjer Jadi Korban Peredaran Uang Palsu, Aksi Ke-4 Kakek Ini Terbongkar

Baca: Curhat Sedih Luna Maya Saat Patah Hati, Ini 5 Cara Mengetahui Besarnya Cinta Pasangan

Gubernur asal Buleleng itu mengatakan, Pergub ini sebagai lanjutan dari Pergub Nomor 97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, yang sebelumnya mendapat respons hingga dunia internasional.

Pergub Pengelolaan Sampah dari Hulu sampai Hilir juga sebagai jawaban dari visi Nangun Sat Kerti Loka Bali, yang salah satu di dalamnya berupaya untuk menjaga keharmoniasan alam Bali beserta isinya.

Dikeluarkannya Pergub ini juga sebagai jawaban atas permasalahan sampah yang selama ini terjadi.

Baca: Pembangunan Infrastruktur dan Kebudayaan Banyak Diharapkan saat Reses Dewan

Baca: Tangkapan Nelayan Pengambengan Meningkat, Sekali Melaut Bawa Pulang 5 Ton Ikan Lemuru

Menurut Koster, masalah sampah selalu bermuara pada tempat pembuangan akhir (TPA), dan hal itu tentu menyebabkan terjadinya penumpukan yang berlebihan.

Seharusnya, kata dia, permasalahan sampah ini bisa diselesaikan pada titik-titik dimana sampah itu muncul, seperti di rumah tangga atau desa.

“Padahal seharusnya sampah itu bisa selesai di titik-titik dimana sampah itu keluar, di rumah tangga harus ada pengelolaan sampah rumah tangga, di desa usahakan (ditangani) desa. Sehingga alur sampah ke TPA itu berkurang,” jelasnya.

Baca: Sakitnya Patah Hati Ibarat Pecandu Heroin yang Berjuang Mati-matian Berhenti dari Ketergantungan

Baca: Tahun 2020 Krisna Oleh Oleh Bali Targetkan ‘Go Nasional’, Ajik Cok Berharap Bisa Bantu UKM

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved