Berapi-api, Arist Merdeka Sirait: Saya Tidak Berhenti Kawal Dugaan Kejahatan Seksual

Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menegaskan dirinya akan terus mengawal adanya dugaan kasus kejahatan seksual (Paedofil)

Berapi-api, Arist Merdeka Sirait: Saya Tidak Berhenti Kawal Dugaan Kejahatan Seksual
Tribun Bali/Busrah Syam Ardan
Arist merdeka Sirait Ketua Komnas Perlindungan Anak saat menggelar konferensi pers di warung Kubu Kopi, Jalan Hayam Wuruk, Sabtu (2/3/2019), pagi tadi. (Bus) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menegaskan dirinya akan terus mengawal adanya dugaan kasus kejahatan seksual (Paedofil) yang beberapa waktu belakangan santer diperbincangkan.

Dalam konferensi persnya di hadapan wartawan, Sabtu (2/3/2019), pagi tadi, dengan sedikit emosional, Arist mengungkapkan dirinya terus memperjuangkan dan berdiri di depan dalam pengungkapan dugaan kasus tersebut.

"Jadi sampai detik ini, Komnas Perlindungan Anak masih berdiri di depan untuk mengungkap dugaan kasus ini dan tidak akan berhenti," kata dia menegaskan, dalam Konferensi Pers di Warung Kubu Kopi, Jalan Hayam Wuruk, pagi tadi.

Dirinya pun meluruskan isu yang beredar bahwa dirinya tidak menghentikan kerja-kerjanya dalam pengungkapan dugaan kejahatan seksual tersebut.

"Di sini juga saya mengatakan, tidak benar saya menghentikan ini, sampai hari ini saya masih kerja. Dan tadi malam saya bertemu narasumber yang patut untuk dipertimbangkan. Saya kumpulkan itu dengan baik. Sesuai dengan janji saya kalau dalam waktu dekat ini sudah bisa jadi alat bukti, saya akan memberikan laporan itu kepada Dirreskrimum Polda Bali.

"Karena pasal 78 itu (UU Perlindungan Anak) memerintahkan kepada kita semua bila anda melihat terjadinya pelanggaran, ancaman kekerasan termasuk termasuk kejahatan seksual dan tidak melaporkan hal itu maka saya dan anda sekalian dapat dipidana 5 tahun. Itu dasarnya. Oleh karena itu perlu pendalaman agar ini tidak menjadi liar. Untuk itu saya terus bersabar untuk menggali informasi ini. Tidak boleh dihentikan, sebelum fakta menunjukkan itu tidak bisa diteruskan. Supaya semua tidak sekedar testimoni maka kerja investigasi Komnas Perlindungan Anak masih berlaku," jelasnya emosional.

"Ada info seputar pertemuan saya dengan GI, saya katakan tidak benar, dan katanya saya menghentikan kasus itu, saya bilang itu tidak benar. Jujur saya katakan. Tapi saya tidak mau menyerang pribadi orang. Ini bukan pembelaan diri, tapi tidak perlu juga saya respon orang-perorang. Itu pendapat mereka. Saya katakan bahwa kejahatan tidak boleh dibiarkan tapi kebenaran harus ditegakkan," jelasnya kembali.

Beberapa hari di Bali, ia mengakui telah mendatangi saksi yang menurutnya sebagai narasumber yang bisa dipertimbangkan.

Sampai dengan malam kemarin, dirinya sudah berkunjung ke Jembrana, Badung, sampai beberapa tempat lainnya dan menemui berbagai narasumber dari dalam maupun dari luar, juga para tokoh yang menurutnya layak untuk diperoleh informasi.

Itulah yang dilakukannya, hingga kini.

Halaman
123
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved