Hari Raya Nyepi

Saat Nyepi, Pihak RSUP Sanglah Tak Ingin Internet Dimatikan untuk Rumah Sakit

Pihak Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah tak menginginkan kebijakan mematikan internet pada saat perayaan Hari Raya Nyepi juga dilakukan di rumah sakit

Saat Nyepi, Pihak RSUP Sanglah Tak Ingin Internet Dimatikan untuk Rumah Sakit
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Direktur Utama, dr. I Wayan Sudana, M.Kes (kanan) didampingi Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Sanglah, Dr. dr. I Ketut Sudartana, SP. B (BKD) saat ditemui awak media di Ruang Humas RSUP Sanglah, Senin (4/3/2019) sore 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pihak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah tak menginginkan kebijakan mematikan internet pada saat perayaan Hari Raya Nyepi juga dilakukan di rumah sakit.

Menurutnya, hal itu akan menganggu pelayanan di RSUP Sanglah, terlebih rumah sakit itu sudah banyak alat-alat yang berbasis IT.

Hal itu dijelaskan oleh Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Sanglah, Dr. dr. I Ketut Sudartana, SP. B (BKD) saat mendampingi Direktur Utama RSUP Sanglah, dr. I Wayan Sudana, M.Kes ketika memberikan keterangan kepada awak media di Ruang Humas, Senin (4/3/2019) sore.

"Kami sebenarnya tidak menginginkan itu mati ya. Kenapa, karena kami sudah IT semua," kata dia.

Baca: Henricus Tegaskan Netralitas TNI, Fenomena Demagooging dalam Tahun Politik dan Penghormatan Nyepi

Baca: Terjadi Peristiwa Gawat Darurat saat Nyepi di Bali? Hubungi Nomor Ini

Dijelaskan oleh Sudartana beberapa hal yang biasanya menggunakan sistem IT, di antaranya dari persiapan obat, billing system, dan juga ketika ada keadaan emergency.

"Saya rasa untuk rumah sakit dikecualikanlah," kata dia berharap.

Dikatakan lagi ketika tahun lalu, rumah sakit memang dikecualikan dan RSUP Sanglah beroprasi menggunakan internet seperti biasa.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memastikan layanan data seluler (internet) seluruh provider di Bali akan dihentikan sementara pada saat perayaan Nyepi yang jatuh di tanggal 7 Maret 2019 mendatang.

Hal itu guna menjaga kekhusukan umat Hindu di Bali dalam melaksanakan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1941.

Kepastian ini merujuk pada Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI yang menindaklanjuti  Surat Gubernur Bali Nomor 027/1342/Set/Diskominfos tanggal 21 Februari 2019 perihal Bebas Internet pada Hari Suci Nyepi.

Baca: Surat Edaran Kemkominfo Keluar, Pemprov Bali Pastikan Internet Mati Pada saat Hari Raya Nyepi

Baca: Saat Nyepi, RSUP Sanglah Siagakan 7 Dokter Spesialis, 100 Residen dan 75 Perawat

"Surat ini juga untuk merespons Seruan Bersama Majelis-Majelis Agama dan Keagamaan Provinsi Bali Tahun 2019 tanggal 7 Pebruari 2019," jelas Plt. Kepala Biro Humas  dan Protokol Setda Provinsi Bali Gede Darmawa dalam siaran persnya, Senin (4/3/2019).

“Dengan adanya penghentian sementara layanan internet, diharapkan umat Hindu lebih khidmat dan khusuk menjalani Hari Raya Suci Nyepi kali ini. Surat ini sifatnya mengajak setiap komponen masyarakat, salah satunya para provider internet untuk menciptakan Hari Suci Nyepi yang berkualitas. Layanan akan diputus selama 24 jam yang dimulai dari hari Kamis, 7 Maret 2019 pukul 06.00 Wita s.d Jumat 8 Maret 2019 pukul 06.00 Wita. Saya mengharapkan semoga umat lain yang berdomisili di Bali pada saat itu juga bisa menghormati keputusan ini,” tegas Darmawa.

Baca: Berapa Lama Anda Menggunakan Medsos? Begini Akibatnya Jika Kecanduan

Walaupun diputus sementara, layanan internet pada objek vital dan sifatnya untuk kepentingan umum tetap akan berfungsi, di antaranya layanan rumah sakit, kantor kepolisian, militer, BPBD, BMKG, BASARNAS, Bandara, dan sebagainya. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved