Terbelit Masalah di Rumah dan Pertemanan, Millennials Jangan Ragu Ikut Konseling
“Jumlah kawan yang datang untuk konseling mungkin tidak banyak. Mungkin karena masih ada rasa canggung atau malu."
Penulis: Ni Putu Diah paramitha ganeshwari | Editor: Rizki Laelani
Terbelit Masalah di Rumah dan Pertemanan, Millennials Jangan Ragu Ikut Konseling. “Jumlah kawan yang datang untuk konseling mungkin tidak banyak. Mungkin karena masih ada rasa canggung atau malu."
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Remaja tidak lepas dari berbagai masalah, baik dengan keluarga ataupun lingkungan pertemanan.
Ketika mengalami masalah, biasanya remaja memerlukan teman curhat untuk sekadar mengeluarkan keluh kesah.
Sayangnya beberapa remaja kadang kesulitan menemukan teman curhat yang tepat.
Konsultasi bersama Pusat Informasi Konseling (PIK) barangkali bisa menjadi solusinya.
Anggota PIK biasanya adalah rekan sebaya yang telah mengikuti pelatihan untuk kegiatan konseling.
Usia sebaya ini diharapkan membuat remaja lebih terbuka dan tak malu ikut konseling.
Baca: Bawaslu Beberkan Perkembangan Kasus Dugaan Kampanye Wayan Koster di Acara yang Digelar Polda Bali
Baca: Istri Curiga Toilet Terkunci dari Dalam, Saat Diintip Suaminya Lakukan Hal Tak Teduga Pada Putrinya
Baca: Petaka Pesta Valentine, Siswi SMP di Kupang Diperkosa Pacar Hingga Digilir, Ini Reaksi Sang Orangtua
Baca: Berani Parkir Kendaraan di Sepanjang Jalan Gajah Mada Denpasar, Siap-siap Diderek
Baca: Pagi-pagi Oknum PNS Diduga Lakukan Ini Hingga Mobil Goyang, Satpol PP: Setelah Buka Kaca Tancap Gas
PIK tidak hanya ada di lingkungan sekolah menengah, namun juga lingkungan perguruan tinggi dengan nama PIK Mahasiswa (PIK-M).
PIK-M Kula Jana Nuraga UNHI Denpasar adalah salah-satu yang aktif.
Ketua UKM PIK-M Kula Jana Nuraga, Putu Satya Purnama Sari mengungkapkan organisasinya masih aktif menerima konseling.
“Jumlah kawan yang datang untuk konseling mungkin tidak banyak. Mungkin karena masih ada rasa canggung atau malu."
"Namun menurut saya, tidak perlu malu untuk berkonseling. Kami selaku PIK-M pun memiliki etika untuk menjaga kerahasiaan,” tuturnya.
Tak jarang dalam proses konseling itu, anggota PIK-M Kula Jana Nuraga mencoba memberikan saran.
“Saran yang bisa kami berikan sebatas pengetahuan kami sebagai sesama remaja. Jadi kami tak menjamin bisa memberikan solusi yang tuntas," sebutnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/konseling-remaja.jpg)