Tim Pengawasan dan Evaluasi Kemenhan RI Sosialisasi Bela Negara

Di sela-sela melaksanakan kunjungan, Tim Wasev menyempatkan diri untuk memberikan sosialisasi Bela Negara

Tim Pengawasan dan Evaluasi Kemenhan RI Sosialisasi Bela Negara
Kodim 1626/Bangli
Tim Wasev TMMD Kemenhan RI pada saat memberikan sosialisasi Bela Negara kepada masyarakat Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Bali, Kamis (14/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Bela Negara merupakan tugas seluruh warga negara.

Hal itu ditegaskan oleh Tim Wasev TMMD Kemenhan RI pada saat memberikan sosialisasi Bela Negara kepada masyarakat Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Bali, Kamis (14/3/2019).

Sebagaimana diketahui bahwa di Desa Peninjoan Tembuku Bangli saat ini sedang berlangsung kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler ke-104 tahun 2019.

Agar kegiatan berjalan sesuai rencana maka diperlukan Tim Wasev sebagai sarana untuk mengawal agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca: Ramai Muncul Seruan Tak Sebar Video Pembantaian di Masjid Selandia baru

Baca: Perampok Bersenjata Todong Pistol ke Karyawan Toko, Bawa Kabur Uang Rp 750 Ribu

Seperti yang dilaksanakan oleh Tim Wasev Kemenhan RI yang dipimpin oleh Kolonel Arm Dani S dan anggota.

Di sela-sela melaksanakan kunjungan, Tim Wasev menyempatkan diri untuk memberikan sosialisasi Bela Negara.

Menurut Ketua Tim Wasev, Bela Negara ini merupakan hal yang sangat penting untuk disosialisasikan karena sampai saat ini masih ada warga negara yang masih keliru mengartikan tentang Bela Negara.

"Oleh karena itu pada kesempatan yang baik ini kami dari Kementerian Pertahanan akan menyampaikan tentang Bela Negara," katanya.

Baca: BREAKING NEWS: Gunung Agung Kembali Erupsi Kolom Abu Capai 1.000 Meter, Ini Videonya

Baca: Si Anak Baik Marinus Ingin Cetak Gol di Dipta, Laga Uji Coba Timnas vs Bali United

Bela Negara adalah sikap perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

"Pasal 27 ayat 3 UUD 1945 menyebutkan, setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam Bela Negara. Sebagai implementasi dari UUD tersebut maka seluruh warga Indonesia harus melaksanakan Bela Negara. Jadi tugas Bela Negara bukan hanya semata-mata tugas TNI saja tetapi juga tugas kita semua," paparnya.

Pada hakekatnya Bela Negara mengandung lima unsur penting yaitu cinta tanah air, bangsa sebagai bangsa Indonesia, yakin akan ideologi Pancasila, rela berkorban dan memiliki kemampuan awal Bela Negara.

Baca: Profil Pelaku Penembakan Brutal di Masjid Selandia Baru Terungkap, Ditemukan 37 Lembar Manifesto

Baca: Kenapa Perempuan Bali Enggan Berbicara & Sulit Mengungkapkan Perasaan?

"Pada kesempatan ini kami mengajak kepada masyarakat Peninjoan untuk melaksanakan kegiatan Bela Negara sesuai profesinya yaitu dengan berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara. Jangan mudah terpancing dan terpengaruh oleh hal-hal yang negatif seperti hoax, narkoba, paham radikal dan yang lainnya akan merusak persatuan dan kesatuan," katanya.

Salah satu tokoh masyarakat yaitu Nyoman Kartika menyampaikan, untuk menjaga rasa persatuan dan kesatuan agar pihak Kemhan RI mendorong program P4 untuk dilaksanakan kembali ke sekolah-sekolah, karena menurutnya, masih ditemukan anak-anak sekolah tidak memahami apa itu Pancasila dan NKRI sehingga mulai sejak dini sudah mempunyrasa cinta tanah air. (*)

Penulis: Kander Turnip
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved