Willy Diduga Jadi Bandar Besar di Lapas, Jaringan Akasaka Masih Edarkan Narkoba

Tim gabungan memindahkan 10 narapidana kasus narkoba di Lapas Kelas IIA Denpasar ke Lapas Nusakambangan

Willy Diduga Jadi Bandar Besar di Lapas, Jaringan Akasaka Masih Edarkan Narkoba
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
BARANG BUKTI - Sejumlah barang bukti yang ditemukan di sel Willy Akasaka. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Tim gabungan Polresta Denpasar, Polres Badung, Brimobda Bali, dan Satgas CTOC Polda Bali memindahkan 10 narapidana kasus narkoba di Lapas Kelas IIA Denpasar, Kerobokan, Badung, ke Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah, Rabu (27/3/2019) dini hari.

Satu di antaranya adalah Abdul Rahman Willy, mantan manajer Akasaka Night Club.

Saat masuk ke dalam sel Willy, petugas gabungan dibuat tercengang.

Bagaimana tidak, di ruang tahanan Willy ditemukan sejumlah barang yang dilarang masuk ke dalam lapas.

Petugas menemukan barang-barang dari mulai uang tunai puluhan, pecahan seratus ribu dan lima puluh ribu, cek, buku tabungan, dan token.

Barang-barang ini diduga sebagai alat transaksi narkoba.

Selain itu juga ditemukan pipet untuk alat hisap sabu, handphone, tab, serta cincin bernilai ratusan juta rupiah.

Baca: Trik Menurunkan Berat Badan Tanpa Diet dan Olahraga, Hanya Perlu 2 Menit Sehari

Baca: Dulu Anjing Bali Sebagai Penjaga Rumah dan Jadi Teman Berburu Raja, Kini?

“Dia tadi dalam kondisi tidur saat petugas menjemputnya di sel. Di dalam sel ditemukan handphone, uang, cek, buku tabungan. Kami akan lakukan penyelidikan terhadap temuan tersebut,” tutur Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan, di Lapas Kelas IIA Kerobokan.

Ada dugaan, Willy kembali mengedarkan narkoba dari Lapas Kerobokan dengan temuan-temuan sejumlah barang bukti tersebut.

Bahkan ia diduga jadi bandar besarnya.

Halaman
1234
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved