Pemilu 2019

Oknum Caleg di Dapil Dawan Diduga Nyoblos Dua Kali, Bawaslu Klungkung Tunggu Laporan Resmi

Calon anggota legislatif (caleg) dari daerah pemilihan (Dapil) Dawan, diduga melakukan kecurangan.

Oknum Caleg di Dapil Dawan Diduga Nyoblos Dua Kali, Bawaslu Klungkung Tunggu Laporan Resmi
TRIBUN BALI/EKA MITA SUPUTRA
Katua Bawaslu Klungkung, Komang Artawan 

Oknum Caleg di Dapil Dawan Diduga Nyoblos Dua Kali, Bawaslu Klungkung Tunggu Laporan Resmi

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Calon anggota legislatif (caleg) dari daerah pemilihan (Dapil) Dawan, diduga melakukan kecurangan.

Oknum caleg tersebut, disebut-sebut melakukan dua kali pencoblosan di TPS 3 dan TPS 8 di Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung pada Rabu, 17 April lalu.

Masalah tersebut kini sudah dikonsultasikan beberapa pihak yang dirugikan ke Bawaslu Klungkung.

Katua Bawaslu Klungkung Komang Artawan menjelaskan, pihaknya menerima tamu dari beberapa warga, Kamis (18/4/2019).

Warga tersebut berkonsultasi, karena menduga ada oknum caleg yang melakukan pencoblosan dua kali di TPS berbeda di wilayah Desa Pesinggahan.

Baca: Begini Detik-detik Dua Ketua KPPS di Tasikmalaya Meninggal Akibat Kelelahan di TPS

Baca: BREAKING NEWS! Asap Hitam Mengepul di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Listrik Padam, Begini Kondisinya

Baca: Diduga Serang Jantung, Brigjen Pol Syaiful Zachri Meninggal saat Memantau Pemilu di NTT

Baca: Begini Sosok Kanibal Asal Kediri, Makan Jari Sendiri, Tersisa Telapak Tangan dan Kaki Membusuk

"Memang benar ada yang berkonsultasi ke sini (Bawaslu). Melapor, ini adalah oknum caleg juga, dan ada saksinya," ujar Komang Artawan saat ditemui Jumat (19/4/2019).

Setelah melakukan konsultasi, Artawan pun menyarankan untuk memenuhi syarat formil dan materiil jika akan melakukan pelaporan atas dugaan kecurangan tersebut.

"Jika melapor, harus jelas identitas pelapor dan melapor. Termasuk uraian kejadiannya termasuk saksi," jelas Artawan

Setelah memenuhi syarat itu (laporan resmi), barulah Bawaslu akan turun melakukan investigasi. Termasuk mencari temuan-temuan pendukung.

Jika laporan itu terbukti, oknum warga yang melakukan pencoblosan dua kali melanggar UU No 7 Tentang Pemilu, dan dapat dikenakan saksi pidana penjara hingga 1 tahun, 6 bulan.

"Katanya hari Senin (22/5/2019) akan melapor, tapi kita tunggu saja," jelas Artawan. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved