Tidak Hanya Bahasa dan Sastra, Penyuluh Bahasa Bali juga Diharapkan Menguasai Seni Budaya

Gubernur Bali Wayan Koster mengaku akan berkomitmen meningkatkan peran Penyuluh Bahasa Bali untuk mendukung penciptaan sumber daya manusia Bali

Tidak Hanya Bahasa dan Sastra, Penyuluh Bahasa Bali juga Diharapkan Menguasai Seni Budaya
Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audensi Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jaya Sabha, Denpasar, Selasa (7/5/2019) 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster mengaku akan berkomitmen meningkatkan peran Penyuluh Bahasa Bali untuk mendukung penciptaan sumber daya manusia (SDM) Bali unggul.

Hal ini disampaikan Gubernur Koster saat menerima audensi Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jaya Sabha, Denpasar, Selasa (7/5/2019).

Gubernur Koster mengatakan dengan hadirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang desa adat, maka Penyuluh Bahasa Bali akan memiliki peran yang lebih besar di desa adat khususnya untuk mewujudkan SDM Bali unggul yang juga merupakan bagian dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Baca: Dewan Usulkan Siswa Sekolah Swasta Dibantu Beasiswa, Solusi Agar Tak Semua Calon Siswa Pilih Negeri

"Ada tiga parameter SDM Bali unggul, yaitu memperkuat jati diri, integritas moral dan kompetensi profesional," katanya.

Dijelaskan oleh gubernur asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng ini bahwa saat ini kompetensi profesional secara umum sudah dikembangkan melalui pendidikan formal melalui kurikulum yang ditetapkan pemerintah pusat.

Meski begitu, untuk di Bali, kompetensi ini bisa diperkuat dengan membangun karakter melalui pendidikan nonformal di desa adat.

Baca: Bukit Soeharto, Calon Lokasi Ibu Kota Baru Yang Sudah Didatangi Jokowi, Seperti Ini Kawasannya

Baca: Bali Terbaik Dalam Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Libatkan Hotel Melalui Sertifikasi Siaga Bencana

"Buat kita di Bali tidak hanya itu (pendidikan formal), yang lebih penting karakternya, jati diri dan integritas moral yang dikembangkan berdasar sastra dan lontar," terangnya.

Ia berharap ke depan, para Penyuluh  Bahasa Bali memiliki kemampuan yang komplit untuk melestarikan adat Bali.

Tenaga penyuluh diharapkan tidak hanya menguasai bahasa dan sastra, namun juga seni budaya lain seperti menari dan mesatwa.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved