Agar Terhindar dari Fintech Ilegal, Ini Tips yang Diberikan Tongam Lumban Tobing

Kalau kita lihat tahun 2018 ada 444 fintech ilegal, kemudian 2019 terjadi peningkatan dan terdapat 544 ilegal

Agar Terhindar dari Fintech Ilegal, Ini Tips yang Diberikan Tongam Lumban Tobing
Tribun Bali/M.Firdian Sani
Tongam Lumban Tobing selaku Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Pusat saat dijumpai di Ruang Bisma Kantor OJK Regiona 8 Bali dan Nusa Tenggara, pada Kamis (16/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, M.Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Financial technology (fintech) ilegal terus berkembang, dari penuturan Tongam Lumban Tobing selaku Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI), pusat fintech ilegal kian meningkat.

"Kalau kita lihat tahun 2018 ada 444 fintech ilegal, kemudian 2019 terjadi peningkatan dan terdapat 544 ilegal," tuturnya saat ditemui Tribun Bali, Kamis (16/5/2019).

Ia juga menjelaskan meningkatnya fintech ilegal disebabkan oleh beberapa faktor.

Baca: Ingin Investasi Emas? Perhatikan Kadarnya agar Tidak Rugi

"Ada beberapa faktor fintech ilegal,  Sangat mudah membuat aplikasi fintech, lalu masyarakat saat ini perlu kita tingkatkan literasinya, agar mampu membedakan mana yang resmi dan ilegal" ujarnya.

Kepentingan yang besar dari masyarakat akan dana pinjaman dijadikan peluang bagi oknum-oknum tidak bertanggung jawab dengan membuat fintech ilegal.

Keberadaan fintech ilegal ini tetap dideteksi dan pihak OJK telah melakukan pemberhentian kepada mereka agar tidak beroprasi.

Baca: Waspada Fintech Ilegal, Ini Pesan Tutik Kusuma Wardhani di STIKES Buleleng

Baca: Terdapat 635 Fintech Ilegal yang Terapkan Bunga Tinggi, CEO Akseleran Turut Nyatakan Pendapat

"Itu terus kami monitor dan sudah ada 946 yang sudah ditutup, jadi yang terdaftar di OJK sebanyak 113 fintech," kata Elyanus Pongsoda selaku Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara.

Untuk menghindari hal demikian, Tongam Lumban Tobing memberikan beberapa tips.

"Edukasi ke masyarakat ada beberapa tips, apabila masyarakat ingin meminjam secara online, pinjamlah ke fintech yang telah terdaftar di OJK," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved