Ogoh-ogoh Raksasa dari Banjar Kedaton, Kesiman, 100 Persen Dari Bahan Bambu
Bagusnya dengan sistem ini kami bisa kerja sama secara kolektif. Kalau pakai gabus yang kerja hanya siapa yang bisa buat saja.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: imam hidayat
Tribun Bali
PENILAIAN - Tim Juri Seleksi Ogoh-ogoh se-Kota Denpasar datang ke Banjar Kedaton, Kesiman melakukan penilaian, Kamis (12/3).
“Ya kami akui memang ada miskomunikasi, namun harusnya tata cara pemberian informasi bisa lebih mendetail hingga ke bawah. Ya astungkara tahun depan akan lancar dan tidak gabeng lagi,” ujarnya.
Kepala Seksi (Kasi) Dokumentasi dan Humas Dinas Kebudayaan Denpasar, I Made Sudiana mengatakan, informasi yang mengatakan, presentasi 30:70 persen penggunaan styrofoam dan ulatan bambu, seyogyanya adalah informasi lomba di Desa Kesiman.
“Itu adalah even mereka di desa, jadi beda dengan lomba di kota yang memang dengan tegas syaratnya 100 persen tanpa styrofoam,” tuturnya. (Anak Agung Seri Kusniarti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ogoh-ogoh-2015.jpg)