Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bayi Tewas Tersedak Susu

Kasus Bayi Enam Bulan Tewas Tersedak Susu Ngambang

Kasat Reskrim Polres Badung, AKP Boy Jumalolo saat ditemui di Polres Badung, Jumat (22/5/2015) mengatakan keluarga GKAS tidak mencabut laporan terkait

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: gunawan
Tribun Bali
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus bayi enam bulan yang meninggal di tempat penitipan anak (TPA), Perumahan Dalung Permai, Kuta Utara, Badung, Bali, Rabu (6/5/2015) lalu masih belum jelas.

(Baca: Di Saluran Napas Bayi yang Tewas Tersedak Susu Ditemukan Busa)

Hal tersebut karena sampai saat ini, Satreskrim Polres Badung kesulitan menggali informasi, khususnya dari orangtua  dari GKAS yang baru berumur enam bulan tersebut.

(Baca: Bayi yang Tewas Tersedak Susu Ini Baru Laksanakan Upacara Kelahiran)

Kasat Reskrim Polres Badung, AKP Boy Jumalolo saat ditemui di Polres Badung, Jumat (22/5/2015) mengatakan keluarga GKAS tidak mencabut laporan terkait tewasnya GKAS di TPA karena diduga tersendak susu itu.

(Baca: Arwah Bayi Tewas Tersedak Susu Menangis Tiap Malam)

Namun, Boy menyayangkan, hal tersebut tidak diimbangi oleh keterbukaan mereka terhadap informasi.

"Sampai saat ini keluarga korban belum memberikan laporan. Tapi mereka (juga) tidak mencabut laporan. Ketertutupan tersebut membuat kami sulit bergerak. Apakah penyebab tewasnya GKAS ada unsur kesengajaan, itu belum bisa kami selidiki. Saat ini kami masih hanya memeriksa GK selaku pemilik TPA, NK baby sister dan WO merupakan bidan di tempat itu. Status mereka untuk sementara masih sebagai saksi saja," ujar Boy di Mapolres Badung.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved