Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Melarat di Pulau Surga

Bocah 5 Tahun Ini Tiap Hari Terpaksa Nginap di Tetangga

Kamar tempat mereka tidur juga dijadikan dapur sehingga ada jelaga yang hitamnya melekat di dinding dan genteng rumah.

Penulis: I Putu Darmendra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/I Putu Darmendra
Ni Wayan Sintia Diana Wati (5) berdiri memegang buku di depan rumahnya di Desa Landih, Kintamani, Bangli, Rabu (1/7/2015) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Udara di Dusun Penaga Landih, Desa Landih, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali, Rabu (1/7/2015) siang, masih terasa dingin menyusup.

Halimun pun masih menutupi hutan saat Tribun Bali mendatangi rumah Sudika.

(Baca Juga Berita Terkait: Bocah Ini Benar-benar Mirip Engeline, Lihat Foto-fotonya di Sini)

Tampak seorang bocah perempuan manis ke luar dari rumahnya saat mendengar suara motor.

Bocah yang kemudian diketahui bernama Ni Wayan Sintia Diana Wati itu lalu memanggil ayahnya.


Ni Wayan Sintia Diana Wati (5) bersama kedua orangtuanya dan adiknya yang saat itu baru berumur 10 hari, di Desa Landih, Kintamani, Bangli, Rabu (1/7/2015) (TRIBUN BALI/I PUTU DARMENDRA)

"Bapak ada nak ngalih (bapak ada yang mencari)," begitu Sintia memanggil Sudika.

Mendengar panggilan sang anak, bergegas kemudian Sudika lari ke luar. Ia tersenyum sembari berkata.

"Swastyastu, nggih meriki, silakan masuk," sambutnya.

Dengan ramah ia menerima Tribun Bali. Namun, Sudika tampak bingung mempersilakan duduk di mana.

Melihat ke kanan dan kiri, tiada tempat yang tersedia.

Dengan rasa agak sungkan, Sudika lalu berujar, "Ampura tan wenten genah melinggih (Maaf tidak ada tempat duduk)."

Ni Wayan Sintia Diana Wati (5) yang dikatakan netizen wajahnya mirip Engeline. (TRIBUN BALI/I PUTU DARMENDRA)

Ada dua bangunan semi permanen yang berdiri di atas tanah seluas sekitar dua are tersebut.

Satu bangunan dijadikan rumah tinggal, yang terdiri dari kamar tidur sekaligus dapur.

Ukurannya sekitar 8x5 meter. Lantai yang terbuat dari satu lapisan batako sudah tertutup tanah.

Bambu yang dirajut digunakan sebagai dinding. Sinar matahari pun sampai masuk menembus lubang-lubang rajutan bambu.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved