Melarat di Pulau Surga
Bocah 5 Tahun Ini Tiap Hari Terpaksa Nginap di Tetangga
Kamar tempat mereka tidur juga dijadikan dapur sehingga ada jelaga yang hitamnya melekat di dinding dan genteng rumah.
Penulis: I Putu Darmendra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Saat Sintia lahir lima tahun lalu, Sudika terpaksa meminjam di sebuah koperasi di desanya sebesar Rp 2 juta untuk biaya persalinan.
Utang itu baru bisa dilunasinya lima tahun berselang tepat saat Sintia berusia lima tahun.
Untuk dua anaknya yang lain, ada orang yang membantu biaya persalinan istrinya.
Ia hanya diminta menunjukkan KTP dan KK.
"Kalau untuk adik-adiknya Sintia, ada yang bantu. Jadi saya merasa sangat tertolong," ucapnya.
Sudika dan Setiani bersyukur memiliki anak yang pengertian seperti Sintia.
Di umurnya yang baru lima tahun, Sintia seakan seperti paham betul dengan kondisi keluarga.
Yang namanya anak kecil, rasa ingin memiliki mainan atau membeli makanan pasti selalu ada.
Namun, Sintia hanya cukup diberikan nasihat hingga ia berhenti menangis.
"Mungkin dia mengerti ibu dan ayahnya tidak punya uang. Kami cuma bilang, jangan Sin, bapak dan ibu tidak punya uang," kata Setiani.
Ada satu permintaan Sintia yang membuat hati pasangan suami istri ini sedih.
Sintia ingin sama seperti teman-temannya yang lain, yaitu masuk Taman Kanak-kanak (TK).
Namun kembali faktor ekonomi menjadi masalah utama. Keinginan Sintia pun belum bisa mereka wujudkan.
"Tapi saya tetap berusaha agar anak-anak saya bisa sekolah. Saya tidak ingin nasib anak-anak seperti kami," tekad Sudika. (*)
Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ni-wayan-sintia-diana-wati_20150702_101039.jpg)