‘Pelaku Terus Mengejar Saya, Dia Juga Sempat Membacok Punggung Saya Lagi'
"Saya tidak mempunyai masalah dengan yang bersangkutan," ujar Wayan Kanti. Tambahnya, seampainya di gang tersebut, pelaku langsung mengayunkan parang
Penulis: Edi Suwiknyo | Editor: gunawan
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tanpa sebab yang jelas, AD (19) menyabetkan parangnya ke I Wayan Kanti (44) di Jalan Akasia No 16 A, Gang Meskipun, Denpasar, Bali Jumat (24/7/2015) pagi.
Lucunya, AD tak ingat persis mengenai kejadian tersebut, sebab saat kejadian berlangsung ia mengaku sedang mengkonsumsi alkohol.
Kepada penyidik di pihak kepolisian ia mengaku kejadian itu spontan karena dipengaruhi oleh alkohol.
"Saya nggak sadar, waktu itu mabuk. Yang jelas saya merasa saya dihadang oleh korban, karena itu saya langsung tebas," katanya singkat.
Berbeda dengan pelaku, korban justru mengaku tak pernah terlibat masalah dengan yang bersangkutan. Ia bahkan mengatakan saat itu ia berniat mengirimkan ayam potong. Namun sesampainya di gang tersebut ia melihat pelaku yang diduga sudah membawa parang dan mengejarnya.
"Saya tidak mempunyai masalah dengan yang bersangkutan," ujar Wayan Kanti.
Tambahnya, sesampainya di gang tersebut, pelaku langsung mengayunkan parang kepadanya.
Melihat pelaku yang terus berusaha mengayunkan parangnya, ia pun berusaha untuk melarikan diri.
Namun usahanya tersebut sia-sia. Pelaku terus mengejarnya hingga kemudian membacok punggungnya.
"Pelaku terus mengejar saya, bahkan dia juga sempat membacok punggung saya lagi," jelasnya.
Karena bacokan tersebut, ia pun jatuh dengan motor yang ia kendarai. Pelaku masih mencoba untuk membacoknya.
Ia pun menangkis ayunan parang dari pelaku dengan tangan kanannya. Korban pun sempat bergumul dengan pelaku sebelum akhirnya dipisah oleh ayah pelaku.
Terpisah, Kanit Reskim Polsek Denpasar Timur, AKP I Nyoman Darsana mengatakan pelaku saat ini sudah ditahan.
Dugaan sementara mengarah pada pengaruh alkohol. "Ya karena korban juga mengaku tak mempunyai masalah dengan pelaku," jelasnya.
"Menurut keterangan dokter di RSUP Sanglah, korban menderita urat dan pembuluh darah arteri telapak tangan kanan putus, dagu dan punggung mengalami luka robek," jelasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bunuh-pisau_20150710_164913.jpg)