Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Peduli Kanker Payudara, Garda Medika Edukasi Masyarakat Bali Lakukan SADARI

Garda Medika yang merupakan asuransi kesehatan dari Asuransi Astra men-support Lovepink sejak tiga tahun lalu, dan tahun ini mengadakan roadshow

Tayang:
Tribun Bali/Ida Ayu Made Sadnyari
Jajaran Garda Medika beserta Survivor Lovepink dan peserta seminar berpose bersama usai mengikuti Seminar Kanker Payudara di Sunset Road, Denpasar, Senin (26/10/2015) 

Seorang peserta seminar, Sri Wahyuni mengaku sangat beruntung bisa mengikuti seminar tersebut.

“Ini kesempatan yang sangat bagus untuk menimba ilmu. Saya ibu dari tiga anak, saya juga bekerja. Saya jadi tahu teknik untuk deteksi dini kanker payudara,” ungkap wanita berambut keriting itu.

Survivor Berkisah, Kanker Bukan Akhir Segalanya

Perbincangan mengenai kanker payudara berjalan dalam suasana yang nyaman dan penuh interaksi sehingga penyakit itu tidak terkesan menakutkan.

Dua wanita cantik yang merupakan survivor dari Yayasan Lovepink juga hadir mendampingi dr Doddy.


Fertina Tarasari Yulianti (tengah) dan Tuty (kanan) bersama Dokter Garda Medika, dr Doddy dalam Seminar Kanker Payudara di Sunset Road, Badung, Bali, Senin (26/10/2015). (Tribun Bali/Ida Ayu Made Sadnyari)

Mereka adalah Fertina Tarasari Yulianti dan Tuty yang berbagi pengalaman melawan kanker payudara.

Kebingungan karena tidak tahu apa yang harus dilakukan, itulah yang dirasakan Tarasari ketika pertama kali tahu mengidap kanker payudara.

Wanita berambut pendek ini mengatakan, terdiagnosa kanker payudara pada 2012.

“Saya tidak merasakan apa-apa pada saat pertama kali terdeteksi kanker, ternyata Saya sudah stadium 2A. Saya tidak sengaja memegang, lho kok ada benjolan. Teman menyarankan untuk memeriksakan ke dokter, dokter menyarankan melakukan USG payudara dan mamografi. Setelah melihat hasilnya, Saya diminta melakukan biopsi. Hasil biopsi ternyata positif kanker payudara dan benjolan sudah berukuran 4 sentimeter. Tapi Saya belum merasakan apa-apa,” kenangnya.

Sari sapaannya, masih merasa sehat, padahal ternyata di dalam, sel kankernya sudah membelah sedemikian cepat.

Begitu kena kanker payudara, ia merasa kebinguan karena tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Akhirnya bertemu Muti yang merupakan motor penggerak Lovepink.

Menurutnya, Muti memberi semangat dan banyak informasi hingga akhirnya Sari memutuskan melakukan mastektomi atau ia menyebut pengangkatan seluruh bagian payudara.

“Saya melihat Mbak Muti, dan bertanya-tanya meski kanker tapi kok bisa cantik dan semangat. Saya juga ingin seperti itu. Seminggu kemudian saya langsung mastektomi dan melakukan kemoterapi 16 kali. Karena belum ada penyebaran ke getah bening dan bagian lainnya maka dokter memutuskan saya tidak perlu melakukan radiasi,” paparnya.

Selama proses kemoterapi, Sari banyak mendapat dukungan dari keluarga dan dari survivor Shanti, Feni maupun Muti.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved