Melarat di Pulau Surga
11 Tahun Menunggu, Hari Ini Gina Jalani Operasi Kepala
Terkadang ia tertawa dan tersenyum mendengarkan obrolan yang berada disekitarnya meskipun ia tak dapat bicara.
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Dewa Made Satya Parama
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gina Nuraini (11) hanya bisa duduk di kursi roda Ruang Angsoka RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Minggu (29/11/2015).
Sudah 5 hari ini, ia berada di ruang tersebut untuk menunggu operasi kepalanya yang terjangkit Hidrosefalus.
Terkadang ia tertawa dan tersenyum mendengarkan obrolan yang berada disekitarnya meskipun ia tak dapat bicara.
Ibu Gina, Nuryenni (30) sudah mencoba berkonsultasi ke rumah sakit dan dokter saraf di Bandung untuk menyembuhkan penyakit putri tunggalnya ini.
“Sudah sempat dibawa ke rs dan dokter di Bandung untuk di operasi, tetapi mereka tidak melakukannya dengan alasan yang tidak jelas,” ujarnya.
Ia sempat pasrah karena tidak ada rumah sakit yang dapat mengoperasi putrinya.
“Iya saya sempat pasrah pada saat usianya 8 tahun karena tidak tahu harus menyembuhkannya ke mana,” keluhnya.
Atas dasar cinta dan kasih sayangnya dengan putrinya, ia terus mencoba untuk mencari jalan keluarnya.
Ia menceritakan, saat dalam masa kandungan, ia tidak merasakan ada kejanggalan pada putrinya, dan merasa normal seperti ibu pada umumnya.
Pada usia 3 bulan kelahirannya, gejala-gejala pun mulai terlihat dan kepalanya perlahan mulai membesar.
Terkadang Gina juga menderita panas tinggi dan kejang akibat penyakit yang ia idap.
“Kadang panas dan kejang-kejang karena penyakitnya ini,” jelasnya.
Masalah biaya operasi sempat menjadi kendala dalam mennyembuhkan penyakit putrinya.
Ayah Gina, Wawan hanya bekerja serabutan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gina-operasi_20151129_163334.jpg)