Tragedi Angeline
Niken Bantah Komersialkan Kasus Engeline, Kantongi Izin Hamidah
Terkait kisah kehidupan Engeline yang menjadi `rebutan` rumah produksi untuk memfilmkannya, Siti Sapurah menduga hal tersebut demi mencari keuntungan.
Penulis: Putu Candra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Niken Septikasari mengatakan, pihaknya sudah mengantongi copy right atau izin resmi berupa persetujuan Hamidah sejak empat bulan lalu atau tidak lama setelah kasus Engeline mengemuka di media massa.
"Ide film ini sudah lama, dan kami sudah dapatkan copy right itu sejak tiga atau empat bulan lalu. Pihak yang di sana (Sonia Gandhi Cinema, red) belum ada kan?" ujar Niken.
Menurut Niken, izin resmi atau persetujuan yang didapat pihaknya tidak terjadi begitu saja, tapi melalui proses pertemanan.
Niken mengaku, dirinya sebenarnya adalah pengusaha perhotelan di Bali dan lebih sering tinggal di Bali daripada Jakarta.
PT CVS merupakan salah satu bisnisnya.
Niken mulai tertarik untuk menggarap film tentang kisah Engeline saat kasus Engeline ramai di pemberitaan media nasional maupun internasional.
Namun ia lebih memfokuskan pada cerita perjuangan hidup Hamidah dalam mencari anak kesayangannya.
“Setelah ada kasus Engeline itu, saya menghubungi Hamidah. Saya sebagai sesama ibu turut simpati dan berempati terhadap Hamidah, lalu saya berteman," ujarnya.
Sekitar Agustus 2015, Niken mulai menggerakkan para sineas dan kru yang ada di rumah produksi PT CVS untuk mematangkan rencana pembuatan film 'Untuk Angeline'.
Dalam membuat film, Niken mengatakan tidak mengambil kisah yang sama persis dengan kasus Engeline.
"Sebab, kasusnya kan belum selesai dan saya tidak mau ada masalah dengan hukum," sambungnya.
Sepengetahuan Niken, pihak rumah produksi Sonia Gandhi Cinema belum mengantongi izin resmi atau copy right dari ibu kandung Engeline, Hamidah.
Menurutnya, pihak Sonia Gandhi Cinema justru membuat film tentang kisah Angeline sebelum mendapatkan persetujuan Hamidah.
"Bu Hamidah bilang ke saya, tiga hari dia dikejar‑kejar oleh pihak sana setelah ada berita film Angeline di facebook. Jadi, mereka buat dulu praproduksi seperti teaser‑nya (cuplikan film), setelah itu baru menghubungi Hamidah. Kami tidak seperti itu. kami 'merawat' hubungan dulu, baru bicarakan film, yuk buat film ini sama‑sama," ujarnya.
"Jadi, seolah‑olah mereka duluan. Padahal mereka baru menghubungi Hamidah tiga atau empat hari lalu. Jadi, mereka belum mendapatkan izin lho. Seharusnya izin dahulu," sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/hamidah-dan-kinaryosih_20160109_093247.jpg)