Tragedi Angeline
Niken Bantah Komersialkan Kasus Engeline, Kantongi Izin Hamidah
Terkait kisah kehidupan Engeline yang menjadi `rebutan` rumah produksi untuk memfilmkannya, Siti Sapurah menduga hal tersebut demi mencari keuntungan.
Penulis: Putu Candra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dua rumah produksi (production house/PH) di Jakarta bersaing untuk membuat film tentang Engeline, yakni Sonia Gandhi Cinema (SGC) dan PT Citra Visual Sinema (PT CVS).
Kedua PH sama-sama mengklaim telah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga Engeline, khususnya orangtua (ortu) kandungnya, untuk pembuatan film mereka.
(Didekati Produser Film, Ayah Kandung Engeline: Diminta Siap-siap ke Jakarta)
Tentang kemungkinan ada tawaran kontrak kepada Hamidah (ibu kandung Engeline), Rosidiq (ayah kandung Engeline) mengaku tidak mengetahui.
Namun, dirinya pernah dihubungi Hamidah dan mendapat cerita bahwa ada orang dari perusahaan film yang menemui Hamidah saat diadakan upacara 100 hari meninggalnya Engeline di Banyuwangi –tempat asal Hamidah.
"Soal itu (kemungkinan ada nilai kontrak untuk Hamidah) bisa langsung tanya ke Ibu Hamidah sendiri. Waktu acara 100 harinya Engeline, pihak pembuat film mendatangi Ibu Hamidah di Banyuwangi. Hamidah disodori dan diminta tandatangani surat persetujuan pembuatan film tentang Engeline. Setahu saya itu saja," ucap Rosidiq.
Apakah dirinya juga dimintai persetujuan melalui penandatanganan surat, Rosidiq menyatakan hingga saat ini belum ada.
Namun, ia sudah dihubungi produser film kendati belum bertemu secara langsung.
Tidak ada obrolan yang menyangkut surat persetujuan saat produser menghubungi Rosidiq.
“Kalau tentang keberadaan Hamidah di Jakarta, saya tidak bisa berkomentar, karena saya tidak tahu apa-apa," ucap Rosidiq yang sudah bercerai dari Hamidah sejak beberapa tahun lalu.
Sebelumnya, kuasa hukum keluarga Engeline, yaitu Siti Sapurah, menyesalkan Hamidah hadir di Jakarta dalam acara syukuran untuk pembuatan film ’Untuk Angeline’ tanpa sepengetahuan pihak kuasa hukum.
Terkait kisah kehidupan Engeline yang menjadi `rebutan` rumah produksi untuk memfilmkannya, Siti Sapurah menduga hal tersebut demi mencari keuntungan.
Ia juga menyebut, dari segi waktu, tidak etis pula memfilmkan kisah Engeline, karena hingga kini kasus Engeline masih jalan persidangannya di pengadilan, dan belum ada titik terang.
Sementara itu, sebagaimana Sonia Gandhi Cinema, PT Citra Visual Sinema (PT CVS) siap menghadapi gugatan apabila ada pihak yang memperkarakan film 'Untuk Angeline’ yang kini memasuki tahap syuting.
Apalagi, PT CVS mengaku telah mengantongi izin pembuatan film dari Hamidah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/hamidah-dan-kinaryosih_20160109_093247.jpg)