Tragedi Angeline

Hotma Sebut Arist Merdeka Dan Ipung Biang Gaduh

Hotma menyebut, bahwa ada pemufakatan jahat dalam melontarkan statement pada publik

Hotma Sebut Arist Merdeka Dan Ipung Biang Gaduh
Internet
website yang dibuat Hotma Sitompoel & Associates 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sidang kasus pembunuhan Engeline menagendakan Pledoi (pembelaan) dari terdakwa Margriet di Ruang Sidang Cakra, PN Denpasar, Bali, Senin (15/2/2016) siang ini.

Dalam sidang itu, Margriet membacakan sendiri pledoinya di hadapan Ketua Majelis Hakim, Edward Haris Sinaga.

Usai itu, kuasa hukumnya, Hotma Sitompoel mengurai keberatannya dan membacakan pembelaan sebagai kuasa hukum.

Dalam pembelaan itu, sejatinya Hotma sebagai kuasa hukum keberatan terhadap tuntutan JPU.

Namun demikian, yang membuatnya lebih berat adalah pembuatan opini publik.

Yaitu terhadap Aris Merdeka Sirait dari Komnas PA dan Siti Sapura dari P2TP2A.

Hotma menyebut, bahwa ada pemufakatan jahat dalam melontarkan statement pada publik yang kemudian mengarahkan opini jika pembunuhan itu tentang warisan terhadap Engeline.

Sehingga publik menghukum, seakan-akan terdakwa (Margriet) membunuh karena warisan.

"Tidak ada kaitannya karena masalah warisan. Kemudian, Aris dengan adanya kebakaran di kantornya seolah-olah menanggap bahwa ada orang yang membakar. Padahal, polisi menyatakan bukan dari kantornya kebakaran melainkan dari sebelah kantornya," ucap Hotma, Senin (15/2/2016).

"Dan ada statment kecele, karena ingin membakar. Dan juga, ada kata-kata mengamankan barang bukti. Seperti pahlawan kesiangan saja Aris tersebut," imbuhnya.

Kemudian, kepada Siti Sapura, yang memberikan statment kepada media-media yang malahan membuat kegaduhan dan mengarahkan kliennya sebagai tersangka dan kini menjadi terdakwa.

Padahal, tidak ada bukti yang menguatkan dalam persidangan.

"Dan dalam acara ILC di TV One, juga mengatakan, terdakwa tidak melapor kepada Polisi, kemudian dalam hal itu kami berikan bukti bahwa melapor, ternyata setelah itu tidak ada klarifikasi oleh Siti Sapura atau yang disebut Ipung," tegasnya.

Atas hal ini, Hotma mengaku bahwa meminta pertanggungjawaban atas pembuatan opini di publik.

Karena tidak bisa menunjukkan mengenai kebenaran atas statmentnya.

"Karena sikap itulah yang mempengaruhi masyarakat. Karena itu untuk Aris Merdeka Sirait dan Siti Sapura atau Ipung yang sudah membuat kegaduhan dalam kasus ini

akan dimintakan pertanggungjawabannya," pungkasnya. (*).

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved